Realistis...kalo boleh kuusulkan padamu, sikap itu dimulai dengan menerima apa yang ada di depanmu. Kenangan bisa menjadi sebuah musuh yang mana kita tidak ingin berhenti untuk berhadapan dengannya. Karena seperti katamu, dia seperti tato, yang akan menyakitkan jika dihapuskan.
Kini tengoklah kiri dan kananmu, kau tidak kecil lagi, kau adalah elang remaja yang siap terbang menerkam angkasa masa depan (maaf jadinya elang, karena tajam matamu mengingatkanku padanya) Dan agar terbangmu nanti tidak goyah, ketetapan hatimu diperlukan. Tentu saja juga keikhlasan dalam melepas segala kenangan itu.
Kini tengoklah kiri dan kananmu, kau tidak kecil lagi, kau adalah elang remaja yang siap terbang menerkam angkasa masa depan (maaf jadinya elang, karena tajam matamu mengingatkanku padanya) Dan agar terbangmu nanti tidak goyah, ketetapan hatimu diperlukan. Tentu saja juga keikhlasan dalam melepas segala kenangan itu.