Selasa, 02 Agustus 2011

Puasa hari kedua, ada dewi yang datang ramadhan ini

Orang arab menyebut “kelahiran” sebagai : Hari pertama dimana kepala kita jatuh ke bumi. Saya tidak tahu harus menyebutnya apa, karena dia lahir bersamaan dengan hari kelahiran sang ibu yang juga sahabatku. Tepat hari ini, tanggal 2 Agustus.

Senang rasanya ibunya nanti bisa merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan si kecil di tahun-tahun mendatang. Hanya do’a selalu dipanjatkan untuknya dan untuk sang dewi yang baru mengisi bumi ini bersama segala hikmahnya. Selamat datang wahai sarasvati, entah ibumu akan memanggilmu apa nanti ^_^

Kuyakin Kau pasti akan mencintai Ibumu, seperti Ibumu mencintaimu (mirip-mirip lagunya freddie mercurie lah)




sumber-sumber :
http://indonesianis.com/musik/freddy-mercury-27s-club/
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiglQ1W7tLm9RXQXRrJ1ehrDyUazHY6aXaGpBONAtGT5Qwyz1peFPKlyIsDQnwOysLwEhyPhRAX8foyDxXztV8cgbrP9LDi9D1MPELmKJsyJdXC0WGn9ZA37eDIrCGnxSIenoBj9hVdFQ/s1600/Stork_with_new-born_child.png

Senin, 01 Agustus 2011

Puasa hari pertama, Dan spesial itu pun ada padamu

Tanggal satu bulan agustus sebagaimana dijadwalkan dalam kalender merupakan hari pertama puasa ramadhan di tahun ini. Katamu satu agustus menjadi hari pertama juga ketika nafasmu berhembus di dunia puluhan tahun silam. Rupanya memang umurmu sudah bertambah lagi.

Ketika dini hari tadi orang islam bangun untuk makan sahur, kau pasti sudah memanjatkan doa untuk dirimu sendiri karena memang hanya sedikit orang mengetahuinya. Beruntung bagiku menjadi salah satu yang sedikit itu. Hm…dengan mengikuti kebiasaan yang ada, maka bolehkah kupanjatkan doa untukmu walau terlambat ? dengan sebait ucapan selamat ulang tahun jika kau tak keberatan ^_^


Sabtu, 23 Juli 2011

Mutasi datang lagi

Kalau ada kesedihan yang bercampur kegembiraan disampaikan melalui airmata, maka saya memilihnya dalam beberapa kalimat dibawah ini.

Bukankah perubahan senantiasa hadir di setiap waktu ?
Jadi ketika saatnya datang, kita sudah mempersiapkannya dengan matang. Baik itu kesiapan atas kehilangan akan pertemuan. Atau kehilangan yang lain ?
Jika suatu hari kita bertemu, maka pasti di lain hari kita akan pergi satu-satu.
Mungkin Chairil Anwar sudah menyadari bahwa nasib adalah kesunyian masing-masing
Tapi baru sekarang aku, kau, dia atau mereka menyadarinya
Entahlah,
tapi jika ada kerinduan-kerinduan menyusul di kemudian hari
tak apalah, itu manusiawi
karena kita diciptakan dengan lemah dan tak perlu menyembunyikannya
Yang jelas untuk kita semua,
Yang harus ada setiap hari adalah Semangat !!!!






Jumat, 08 Juli 2011

Angka dan masa lalu

Jika aku menyebut 19 Maret, apakah itu berarti bagimu ?
Atau tanggal, bulan dan angka serta nama tempat atau apa saja secara acak, pasti kau mempunyai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal dalam hidupmu.

Kita semua memiliki hubungan dengan setiap bilangan, satuan waktu atau lokasi. Kendatipun kadang penyakit lupa pernah singgah dalam diri kita, setidaknya ada bagian tertentu dari suatu peristiwa yang secara tak sengaja akan membawa kita ke kejadian masa lampau lainnya dan terpaut satu sama lain.

Membaca tanggal yang ada, (atau sebut saja almanak), sama dengan membuka kembali lembaran sejarah diri kita. Contoh paling gampang jika tanggal hari ini adalah sama dengan tanggal yang tertera dalam akte kelahiranmu. Kau bisa menyebutnya hari ulangtahun. Maka dengan sukacita teman-temanmu akan memberi ucapan selamat serta membawakan kue dan mempersilahkanmu meniup lilin diatasnya.

Kita sebagai warga negara indonesia pasti hapal almanak berikut ini :17 Agustus, 28 Oktober, 1 Januari, 25 Desember, dll. Berapa banyak dari kita yang lupa akan tanggal kelahiran sendiri ? Mengingat masa lalu berarti menghargai apa yang telah kita lakukan, memperbaiki kekeliruan dan merencanakan langkah selanjutnya.

Mungkin 3 juni, 14 februari atau 1 agustus dan tanggal-tanggal lain punya arti dalam hidup kita ?

Kalau kusebut angka 2221015, apakah mengingatkamu akan sesuatu ?



gambar diambil dari :
http://amdanata.files.wordpress.com/2008/09/angka.jpg

Sabtu, 02 Juli 2011

Di dekat nol kilometer limboto

Suatu hari jika kau sempat menginjakkan kaki di gorontalo, mungkin kau akan melewati limboto. Tak usah khawatir untuk menemukannya. Kalau kau telah menemukan sebuah bangunan besar yang mengangkangi perempatan jalan raya dengan berbagai macam penjual di keempat sisinya, entah itu penjual buah musiman atau penjaja koran harian maka disitulah kau sudah menemukan limboto.


Menara keagungan limboto

Jika kau ingin melihat menara eifel tetapi belum pernah ke paris, maka kau sudah berada di tempat yang tepat untuk melepaskan rindu menatap menara tersebut. Tak perlu gusar jika kau pernah mendengar dana pembangunan menara yang disebut menara keagungan itu masih berstatus hutang. Atau peristiwa orang bunuh diri dengan melompat memanfaatkan ketinggian menara ini.

Disamping kiri menara ini (jika dari arah kota gorontalo) terdapat sebuah masjid agung baiturrahman, dengan arsitektur bergaya timur-tengah (Saya tidak mengerti kenapa rata-rata masjid besar harus bermodel arab, padahal tidak ada salahnya jika dibangun dengan corak tradisional untuk lebih mengangkat kekhasan budaya lokal). Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi, tapi saya malas menghitungnya.


Masjid Baiturrahman Limboto

Sementara sebelah kanan menara ini (jika melihatnya masih dari arah kota gorontalo), ada taman-taman dengan berbagai macam kuliner. Sangat menyenangkan duduk-duduk menikmati sajian cemilan atau makanan berat pada sore hari disini (apalagi kalau ditraktir) sambil menatap kendaraan yang lalu-lalang atau mengira-ngira menghitung berapa ketinggian menara keagungan walaupun sudah ada ketinggian resmi yang dikeluarkan Pemda setempat.


Taman Limboto


Menurut legenda rakyat gorontalo, Limboto berasal dari bahasa gorontalo "limu o tutu", yang artinya "buah jeruk dari kayangan". Saya tidak bisa memastikannya, tapi saya yakin jika kau berkesempatan mencoba rasa buah jeruk dari kayangan, kau akan meminta tambah. Sama seperti jika kau berencana ke gorontalo dan singgah di limboto.

Hm.... maka berbahagialah kau yang sempat tinggal di limboto. ^_^
adakah kau disana ?


sumber gambar :
http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2009/07/menara-keagungan-dilihat-dari-lokasi-taman-kota-limboto.jpg
http://farm5.static.flickr.com/4089/4995072554_3af42a45b3.jpg
http://static.gowalla.com/photos/1730892_high_res_320x480.jpg


sumber lain :
http://hulondhalo.com/legenda-bulalo-lo-limutu-danau-limboto/

Rabu, 29 Juni 2011

Selamat datang untukmu

Dimanakah kau pertama kali melihat namamu muncul di koran ?
Hm...saya ingat saat itu tepat sepuluh tahun lalu dari sekarang. Sewaktu pengumuman kelulusan UMPTN (sekarang namanya SNMPTN) yang menetapkan bahwa status kita terdaftar menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di negeri ini.

Malam yang telah larut bersamaan dengan peringatan isra' mi'raj tahun ini kembali menjadi saksi bagi ribuan orang dalam penantian pengumuman serupa di layar monitor komputer yang terhubung dengan internet. Ya, seiring dengan perkembangan teknologi, hasil pengumuman tes masuk universitas tersebut sudah bisa dilihat langsung tanpa perlu berebutan mencari koran di siang hari.

Kuliah memang telah menjadi standar kehidupan zaman sekarang. Entah apa namanya nanti beberapa puluh tahun akan datang. Yang jelas fase ini merupakan fase penting untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan nanti.

Salah satu hal yang ikut dalam kehidupan kita tetapi kadang kita lupa merasakannya adalah waktu. Tak terasa memang jika kita menyadarinya. Maka, jika kau diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa kuliah bersama universitas-universitas pilihanmu, nikmatilah selagi bisa.

Untukmu, kuucapkan selamat datang dalam dunia yang tak akan kau bayangkan sebelumnya



gambar diambil dari : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKVaOpcsZM1Ihq7wfaz0HkJxX2be9dpnLBtQIU-coTJt42TqHNyrMcLmqgah4ZuKXIjeOOgCanLWY77wvvbi2R-z7sa_HVKoqHhovtx4wQKRYL_wbPCYpB62G0tBeb4lHCLx-VCpU3MRoC/s1600/Jazz-Goes-To-Campus.jpg


Rabu, 22 Juni 2011

Hanya sebuah prosa tentang rasa

Padahal dinding dan tembok bangunan itu biasa saja. Di cat dengan warna putih menyerupai kuning. Bersama lantainya yang lebih tinggi daripada daratan disekitarnya. Sehingga harus dibuatkan tangga untuk dapat mencapai tempat ini sebagai naungan mencari nafkah bagi orang-orang didalamnya.

Padahal Tanggal kalender yang tergantung di lemari itu biasa saja. Hanya ada dua warna, hitam dan merah. Dimana kebanyakan orang mengharapkan lebih banyak merahnya dalam sebulan.

Padahal jarak antara 2 ruangan itu sekitar 15 meter, diantaranya ada beranda dengan satu baris kursi tunggu terbuat dari logam untuk para tamu yang menunggu untuk menghadap kepada pimpinan tertinggi dengan urusan masing-masing.

Padahal Lapangan upacara itu juga biasa saja. Rumput dan belalang atau cacing didalamnya tidak akan mengeluh jika terinjak oleh manusia yang harus berdiri di tengah terik matahari pada saat apel pagi hari senin atau tanggal 17 setiap bulannya.

Tapi entah kenapa angin dibulan juni ini bertiup sedemikian rupa sehingga dinding itu menjadi tak bosan dipandang setiap hari, tanggal merah pun selalu diharapkan menjadi hitam semua setiap bulannya, dan jarak sekitar 10 meter itu serasa lebih dekat saja, sementara berdiri lebih lama di lapangan itu menjadi tidak masalah lagi.


sumber gambar : http://pelitaminyaktanah.files.wordpress.com/2009/04/bimbang1.jpg?w=300&h=294


Senin, 13 Juni 2011

Kalau cinta pernah singgah

Ada masa yang menjadi kesempatan, seperti angin yang berhembus di sela-sela perbukitan ketika musimnya tiba, dimana saat itulah anak-anak mulai menerbangkan layangannya menggunakan sebanyak-banyaknya angin tersebut sebelum angin itu pergi lagi.

Sebut saja kesempatan itu ada di masa lalu, dan mungkin masa kini. Ah, saya tak ingin muluk-muluk menyebutnya “kesempatan”, saya lebih suka menyebutnya “saat yang harus digunakan sebaik-baiknya”. Mungkin kau akan menyadarinya setelah masa itu berlalu dan kini kau menjadikannya pelajaran.

Banyak hal pernah hinggap di kehidupan kita. Tak terkecuali cinta. Dimana kita tidak mampu berkompromi ketika ia datang. Dengan segala kisahnya menguras perhatian kita. Dengan semua pesonanya membawamu dalam suatu rentan waktu yang menjadi episode tersendiri dalam masing-masing hidup kita.

Jika suatu hari ketika kau melihat "saat yang harus digunakan sebaik-baiknya" itu datang, maka semua keputusan ada padamu. Menggenggamnya atau melepaskannya. Merengkuhnya dengan sekuat tenagamu atau mendiamkannya dan membiarkannya pergi dalam tanda tanya.

*Untuk sahabatku ical dan ime, kalau cinta itu berwujud kupu-kupu, saya yakin ia sangat senang pernah menghinggapi kalian. Saya juga yakin jika suatu hari nanti ia tidak akan keberatan untuk singgah lagi.




sumber foto : http://bilikml.files.wordpress.com/2011/06/i_love_you__i_love_you_not____by_ohbradley.jpg

Jumat, 10 Juni 2011

Sedikit tentang "kerelaan"

Jika ingin berkenalan dengan rasa "Rela".
Coba-cobalah melepas burung merpati langsung dari tanganmu.

Beberapa waktu lalu, Pimpinan di tempatku menyarankan untuk memelihara burung merpati di kawasan masing-masing. Kupikir tak ada salahnya memelihara merpati. Selain untuk menambah kesemarakan tempatmu yang mungkin sedikit sepi, juga baik untuk menyegarkan pagimu dengan riuh rendah suara kepakan sayapnya saat mentari baru mulai bersinar.

Merpati termasuk binatang yang tergolong cepat jinak. Mereka bisa mengetahui kapan dan dimana harus pulang ke kandang yang telah disediakan dalam waktu singkat. Jika kau ingin berakrab-akrab dengan mereka, tunggu saja saat mereka lapar, kemudian berikan makanan langsung dari tanganmu. Dalam sekejap kau akan menjadi teman mereka.

Banyak hal dalam hidup ini bisa diperoleh dengan cepat dalam waktu sangat singkat, tetapi tentu melalui strategi yang tepat pula. Mungkin kau sudah merasa memiliki sesuatu dengan sebuah komitmen didalamnya. Tetapi beberapa hal seperti : masa depan, perubahan dan takdir adalah misteri. Sekuat apapun kita berupaya menggenggam milik kita, jika suatu hari nanti akan bergerak meninggalkan kita, maka yang bisa kita lakukan adalah bersiap.

Seperti sesiap kita melepas burung merpati itu dengan tersenyum dan memanjatkan harapan agar merpati-merpati itu akan bahagia bersama udara yang mengalir diantara sayapnya dan mengantarkannya ke angkasa.


Untuk Sahabatku Jun : Aneh memang, disaat kau mulai menapaki puncak karirmu, mengapa "melepaskan" harus menjadi pelangi yang menghiasi langit kehidupanmu beberapa waktu ini ?




Sumber gambar :
http://ulfahnurfaidah18.blogspot.com/2010/11/kisah-merpati.html

Jumat, 03 Juni 2011

Gradasi

Perhatikan warna pelangi selepas hujan. Setiap warna utama yang berimpitan selalu diselingi dengan warna gradasi. Di tempat lain kau mengenalnya dengan istilah antara, spasi atau jarak. Boleh juga kau sebut peralihan. Pada musik orang mengenalnya fade out atau fade in. Tidaklah berlebihan jika kutambahkan fase metamorfosis. Sementara di lingkungan yang baru kau merasakannya lewat adaptasi.

Ya, setiap peralihan membutuhkan penyesuaian. Dimana hal diluar dirimu tak selalu sama dengan keinginan dirimu. Kata salah satu pimpinanku (Pak Asisten 2) : jika kita tidak bisa merubah orang, maka rubahlah diri kita menyesuaikan dengan keinginan orang lain. Disitu ada proses mengalah, tapi tanpa meninggalkan jati diri kita.

Penyesuaian membutuhkan kesabaran. Tidak seperti meyerupai, yang seketika bisa berubah secara drastis seperti bunglon bersembunyi dengan cara kamuflase disaat terancam. Waktu penyesuaian otomatis relatif lebih panjang. Dimana selama itu kita bisa belajar memahami diri orang lain dan keadaan sekitar.

Di dalam penyesuaian terdapat kompromi, kita bisa memutuskan untuk meneruskan melanjutkan perjalanan dengan jalan lurus di depan kita atau berbelok ke arah lain dengan tujuan yang sama, tetapi bukan untuk kembali dan berbalik arah.






sumber gambar :
http://static.photo.net/attachments/bboard/00L/00L4bY-36432284.jpg