Jumat, 27 Agustus 2010

Jum'at, puasa hari ke-17 : Biarlah kita bertemu hanya untuk tertawa

Kalau kau mempunyai sesuatu untuk dibagi, maka itu bisa jadi berupa kesedihan dan setumpuk masalah. Mungkin juga setitik kebahagiaan karena baru naik pangkat di kantor atau baru saja diterima cintamu oleh seseorang.

Menyenangkan memang rasanya membagi semua itu kepada orang lain yang biasa atau mau mendengarkan keluh kesah serta luapan suka cita kita. Semuanya tampak begitu penting ketika cerita kita mulai mengalir. Seakan tidak ada bagian yang ingin terlewatkan. Basa-basi yang berwujud tanggapan dan saran selalu kita nantikan, baik itu berguna atau cuma sekedar lewat saja tak apa lah.

Beberapa orang akan senang mendengarkan cerita-cerita seperti itu, tapi beberapa yang lain merasa tidak perlu terlalu menyimak, paling minimal mereka hanya menganggukkan kepala saja. Toh, memang tidak ada hukum wajib untuk mendengarkan.

Dalam keramaian buka puasa hari ini yang berlangsung di depan korps, banyak cerita-cerita berdatangan dari orang-orang yang mungkin beberapa waktu tak saling bertemu karena masa liburan. Pasti ada kesedihan atau resah dihati masing-masing. Tapi dengan pertemuan seperti ini, cobalah untuk meninggalkan sejenak keresahan-keresahan itu di rumah. Biarlah kita membicarakan kebahagiaan-kebahagiaan dan bertemu dalam tawa.



Kamis, 26 Agustus 2010

Kamis, puasa hari ke-16 : "Tiga kata ajaib", dara dan revolusi lagu anak

Mau tau sebuah rahasia nggak ?
Ada tiga kata yang sangat ajaib,
Yang bisa merubah hidup kita

Caranya mudah saja dengarkanlah dan ikuti aku...

Itu adalah penggalan lirik lagu yang dibawakan seorang penyanyi cilik bernama dara swandana. Lagunya berisikan pesan-pesan sederhana yang sering luput dari perhatian kita. Beberapa waktu ini para penyanyi cilik sering menyanyikan lagu milik band-band atau penyanyi dewasa Mungkin kau sering menonton acara pentas bernyanyi anak yang berselimutkan reality show di televisi negara kita. Para penyanyi cilik tersebut menikmati saja ketika membawakan lagu-lagu bertemakan cinta. Sebagian besar mereka pasti belum mengerti akan apa yang dinyanyikannya sehingga yang terjadi adalah mereka dipaksa dewasa sebelum waktunya.

Lagu milik dara tersebut menceritakan tiga kata ajaib pembawa perubahan besar dalam hidup kita, yaitu : "tolong" apabila kita ingin meminta bantuan.
kemudian : "terima kasih" jika ada yang menolong kita
dan ketiga adalah : "maaf" apabila kita sempat menyakiti orang lain.
Lagu ini diciptakan oleh Tere dan diproduseri mira lesmana. Dara yang masih berumur 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD ini seakan menjawab fenomena bermunculannya penyanyi-penyanyi cilik yang "terpaksa" dewasa sebelum waktunya tadi.

Tidak muluk-muluk lirik lagu tersebut tanpa mengesampingkan nilai-nilai yang dikandungnya dan juga tak mengorbankan kecentilan khas anak-anak dalam menyanyikan sebuah lagu. Sudah saatnya bagi kita memperhatikan hal-hal seperti ini. Ketika anak-anak sudah dipaksa berpikir bukan dalam dunia anak-anaknya, maka dikhawatirkan psikologi anak bisa terancam. Disamping itu, dunia anak merupakan saat yang tersingkat dalam hidup. Biarkan mereka menikmati saat-saat sebentar di tengah dunia yang semakin carut marut ini. Dunia anak adalah bermain. Lepaskan mereka menyanyikan kegembiraan dan meluapkan suka cita tanpa harus memikirkan jatuh cinta, putus, selingkuh, cinta pertama, orang ketiga dan sebagainya.

Ada kata-kata yang sudah jarang terdengar dalam kehidupan kita, entah itu karena kita lupa atau sangat sibuk. Beberapa diantaranya tiga kata tadi : tolong, terima kasih, dan maaf.
Maka melalui hal-hal kecil seperti ini, "tolong" sampaikan kepada yang lain, mungkin sedang lupa. "terima kasih" telah membacanya, dan "maaf" bukan bermaksud menggurui atau menceramahi. ^_^


(Sore ini dara swandan hadir melalui salah satu stasiun radio swasta menyanyikan lagu ini di kamar kami) berikut liriknya :

Tiga Kata Ajaib

Ada tiga kata yang sangat ajaib
Yang bisa mengubah hidup kita
Caranya mudah saja
Dengarkanlah dan ikuti aku

Yang pertama, katakan tolong
Setiap kau minta bantuan
Yang kedua, terima kasih
Saat ada yang datang membantu
Lalu ketiga, ucapkanlah maaf
Jika kau sakiti siapa pun

Katakan semua setulus hati
Dan keajaiban akan terjadi


Dara Swandana

sumber :
http://www.kapanlagi.com/h/old/dara-swandana-digandeng-mira-lesmana-dan-tere.html
http://www.4shared.com/audio/1vKk06yQ/dara_-_tiga_kata_ajaib_trinity.htm
http://lirikbaru.com/lirik-lagu-dara-swandana-tiga-kata-ajaib.htm

Rabu, 25 Agustus 2010

Rabu, puasa hari ke-15 : Kalau kau mencintai seseorang

Suatu hari kita pasti mencintai seseorang. Terserah mau yang sejenis atau lawan jenis. Kutekankan disini kepada "seseorang", jadi kalau kau menyamakannya dengan hewan atau barang favoritmu, saya tidak bertanggung jawab.

Hari dimana kita mencintai seseorang adalah saat-saat paling indah, segalanya menjadi spesial dan senyum selalu akan tersunggingkan di bibir. Bisa jadi kau menuliskannya dalam bentuk puisi, atau bernyanyi-nyanyi lagu bertemakan cinta atau hanya diam dan merenung sendirian dalam kamar.

Di hari lain, rutinitas pertanyaan-pertanyaan dari orang yang kita cintai seperti : "lagi dimana ?" sudah makan sayang ? atau sudahkah kau bilang i love u hari ini ? , akan menjadi sebuah kebosanan tersendiri. Gandengan tangan tidak akan terasa sehangat di awal-awal kisah.

Pada hari lainnya lagi, kau memutuskan untuk memilih jalan masing-masing. "mungkin kau bukan untukku" atau "aku tak pantas untukmu" dan bisa juga "cinta tak harus memiliki" adalah kalimat yang sering dilontarkan sebagai pengobat sakit hati atau sekedar basa-basi karena rasa cinta itu sudah sirna di terpa masa dan berharap akan segera menemukan cinta baru.

Tetapi di suatu masa kau baru menyadari bahwa cinta tak bisa ditemukan begitu saja dengan mudah. Apalagi berharap indahnya lebih dari yang dulu. Kalau tak mau hal itu terjadi maka perhatikanlah cinta yang kau miliki saat ini, karena dia adalah anugerah terbesar yang harus diperjuangkan. Ingatlah bahwa saat orang lain meninggalkanmu dalam keterpurukan, orang yang mencintaimu pasti mampu merengkuhmu dan duduk disisimu membisikkan "aku ada disini....jangan khawatir, tenang saja, pasti semua ada hikmahnya..."

Pahami dan mengerti..itu saja....

Selasa, 24 Agustus 2010

Selasa, Puasa hari ke-14 : Mari mulai "memahami"

Setiap kita pasti memiliki teman. Atau setidaknya kenalan atau apalah, yang jelas dia adalah orang diluar dari kita sendiri. Sangat terlalu kalau kau ingin hidup sendiri. Karena seperti dalam pelajaran Kewarganegaraan di sekolah dulu disebutkan kita adalah mahluk sosial. Saling membutuhkan satu sama lain.

Orang butuh makan, maka ada yang bekerja mencari bahan makanan. Di laut, menangkap ikan, di darat menanam padi atau sayuran. Ikan dan padi serta sayuran itu dijual untuk mendapatkan uang demi membeli kebutuhan hidup lain sehingga dibeli oleh orang yang butuh makan tadi. Agar ikan tersebut dapat diperoleh, seseorang harus memahami betapa sulitnya bagaimana menangkap ikan tersebut dengan cara menerima harga ikan yang ditawarkan oleh sang penangkap ikan. Dari sinilah sebuah proses pemahaman seharusnya bisa terjadi.

Terkadang pula ada saat tertentu yang membuat kita susah atau bahkan tidak bisa menerima sama sekali kesalahan dan kekurangan teman. Menurutku itu wajar, manusia dibekali akal pikiran untuk mencerna dan hati untuk merasakan. Sepertinya penolakan terhadap kekeliruan teman yang menyebabkan kekesalan pada kita itu berhenti pada tahap pikiran. Sebenarnya kalau dilihat lebih dalam lagi, maka hati kita mungkin akan berkata lain.

Memahami merupakan tindak lanjut dari proses pemecahan masalah. Maka jika akal dan pikiran sudah sangat sulit untuk menerima keadaan, cobalah melihat dengan hati, meneropong bersama nurani, menemukan jalan-jalan alternatif dan menciptakan keadaan untuk memahami.





Terinspirasi dari kata-kata pain (karakter dalam kisah naruto)...semoga kita bisa mengambil hikmahnya

"Ada satu hal yang pasti dan telah dibuktikan oleh sejarah.... bahwa manusia adalah makhluk yang sampai kapanpun tidak akan bisa saling memahami..." (Pain)

sumber :
http://menujuhijau.blogspot.com/2010/08/kata-kata-mutiara-dalam-film-naruto.html

Senin, 23 Agustus 2010

Senin, puasa ke-13 : Awal yang baru dan dua pelangi

Tahun ajaran baru sudah bergulir hari ini. Kusebut demikian untuk seputaran kampus unhas saja. Kebetulan karena tinggal dekat dengan kampus besar ini, jadi sayang untuk melewatkan setiap perubahannya begitu saja. Berbagai aktivitas akademik mulai berlangsung secara resmi pagi tadi.

Kupastikan beberapa ada yang masih terlambat bangun sehingga ketika di absen masih tergesa-gesa menuju ruang kuliah yang bisa jadi masih dicari-carinya pula. Bagi mereka yang baru, sepertinya masih akan sedikit kesulitan menemukan kamar WC di kampus ini. Tetapi jangan khawatir, selalu akan gampang mencarinya dengan bantuan hidung, karena bau khas ruangan itu cukup mampu menuntunmu sampai kesana tanpa perlu menggunakan mata. Para pengajar pun akan memaklumi di hari pertama perkuliahan seperti ini selalu ada yang terlambat, jadi tak perlu terlalu khawatir akan kena semprot, dengan adanya bulan puasa kalian akan sedikit aman lah.

Ketika hari bergerak dan matahari terus condong ke arah barat, waktu pulang pun tiba. Kendaraan-kendaraan keluar dari berbagai arah kampus menuju dua titik, pintu satu dan pintu dua. Kalau kau tak membawa kendaraan dan hanya menumpang angkutan umum, kusarankan kau berjalan-jalan sedikit menuju arah pintu satu. Berbagai pemandangan apik dapati kau dapati sepanjang perjalananmu. Mulai dari orang-orang yang bermain basket di pelataran gedung PKM, atau yang sedang menendang bola di lapangan satu. Atau kau bisa menghampiri air danau unhas yang tenang dengan hamparan rumput hijau di kiri kanannya. Terdapat bangku-bangku yang bisa kau gunakan untuk duduk-duduk bersama pasanganmu atau gebetanmu atau sekedar teman SMA mu yang kini tidak satu jurusan denganmu.

O iya, sore tadi kalau kau sempat menengok langit, ada 2 pelangi yang bersusun. Warnanya sangat indah. Kata ema, "tahukah kau warna kedua pelangi tersebut saling bertolak belakang ? " Warna merah kuning hijau biru pada pelangi yang agak terang dalah mengarah kebawah urutannya, sedangkan pelangi diatasnya adalah kebalikannya yaitu warna merah kuning hijau birunya mengarah keatas (ini salah satu dialog dalam film echoes of rainbow, katanya lagi). Tidak tahu itu mengisyaratkan apa, tapi bukankah setiap cerminan atau bayangan berlawanan arah dengan materi aslinya dan cenderung kabur. Boleh saja setiap bayangan dirimu sangat mirip denganmu tapi itu bukanlah dirimu yang sebenarnya, dan tentu saja kau tak bisa hanya terus berada dalam bayang-bayangmu sendiri atau bahkan bayangan orang lain.

Undangan buka puasa di rumah pak mursalim menutup puasa hari ini. Guyonan segar khas anak kosmik kembali ditemui. Ada kak Ompe yang turut menghangatkan sore itu, sempat beliau menawarkan rumahnya sebagai tempat giliran buka bersama selanjutnya. Kita nantikan.




Ilustrasi Dua pelangi yang ema tunjuk tadi
Sumber : http://www.canada-photos.com/images/500/double-rainbow-prairie-thunderstorm-regina-city-saskatchewan-5060.jpg

Minggu, 22 Agustus 2010

Minggu, puasa hari ke-12 : Kalau hati sempat mengeras...

Hati adalah organ tubuh yang lunak secara fisik tetapi sangat keras pada intisarinya. Bisa menjadi keras bila pemiliknya pada dasarnya adalah keras. Tetapi hati menjadi organ pertama tubuh yang akan luluh jika kita mendekatinya dengan cara yang tepat. Hati lah menjadi penggerak segenap raga membawa mood, keinginan, pikiran dan berujung pada bergesernya tubuh kita atau merubah jawaban serta tanggapan kita akan sesuatu.

Sore ini kudapati dua pemilik hati. Yang satu dalam kondisi hati mengeras karena ketidakcocokan rencana sehingga membuatnya sempat pergi dari rumah (ho ho..maaf kalau ada yang tersinggung). Sementara pemilik hati satunya lagi adalah seseorang yang pada sore ini bersedia berpanjang lebar bercerita denganku tentang masa kini dan masa lalu.

Terima kasih buat patang untuk memberikan pulsa TalkManianya sehingga beberapa rindu bisa tersampaikan.

NB : untuk Sulaiha Laru, jika suatu hari nanti kau berselancar di internet, maka disinilah salah satu tempat dimana kau bisa menemukan namamu.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Sabtu, puasa hari ke-11 : Dengan mengenal kita menyatu

Sore ini dengan berboncengan bersama Ilo di motornya, saya berangkat menuju rumah Bapak Suardi Duka, memenuhi undangan buka puasa bersama pertama keluarga komunikasi unhas (KKU) tahun ini. Dalam kondisi sore menjelang magrib seperti itu, otomatis berbagai ruas jalan mengalami kemacetan, tetapi dengan sigap Ilo pandai mengambil jalan pintas dan menembus kemacetan mulai dari daerah tallo, jalan daeng sirua hingga tiba di jalan hertasning kompleks perumahan gubernur tempat acara berlangsug.

Suasana sangat ramai ketika kami sampai disana. Satu sisi jalanan di depan rumah Pak Suardi ditutup untuk memudahkan parkir kendaraan tamu yang datang di pinggir jalan. Terlihat Toar, (kosmik 03), Ain (kosmik 06), Idham (kosmik 08) serta Tito (kosmik 07) dari kejauahan sewaktu Ilo sedang memarkir motornya. Beberapa Anak Kosmik lain seperti pun mulai berdatangan Yusuf (kosmik 07, sang ketua korps), Opi (kosmik 07, wakil ketua), Triayu (kosmik 07) dan Kidung (kosmik 08). Tempat duduk hanya tersisa beberapa saja karena saking begitu banyaknya orang mulai anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak. Diantara para undangan itu, terdapat sekelompok anak muda laki-laki dan perempuan yang berpakaian putih hitam dengan tas merah besar di pundaknya. Rupanya mereka adalah mahasiswa baru komunikasi yang datang bersama pengurus kosmik. Laki-laki nya berpotongan rambut sangat pendek hampir mendekati botak, sementara yang perempuan tampil rapi dengan rambut rata-rata diikat tetapi ada juga yang berjilbab.

Adzan magrib tanpa terasa mulai terdengar, para undangan pun mulai menyerbu hidangan berbuka yang disediakan. Tampak orang-orang berebutan mengambil makanan dan minuman, saya kira itu wajar, karena kelihatannya tidak mencukupi untuk semua yang hadir. Saya dan teman-teman kosmik lain hanya bisa puas mengambil air putih tak jauh dari jangkauan kami. Cido (kosmik 02) dan Ina (kosmik 06) serta Dodi (kosmik 08) yang juga ada disitu memutuskan ikut mengantri mengambil makanan ketika sudah mulai sedikit orang di sekitar meja prasmanan. "Asal tidak HMI" (Habis Makan Ilang)...kata Cido. hahahaha... saya dan Andi (kosmik 06) tertawa mendengarnya. Karena kalau dulu kita mengenal istilah "SMP" atau Sudah Makan Pulang.

Beberapa Mahasiswa Baru komunikasi angkatan 2010 tadi juga ikut berbuka puasa. Ada yang masih malu-malu mengambil makanan terutama mereka yang sebagian besar adalah perempuan dengan wajah-wajah segar dan berparas ayu. Seorang diantara mereka berbicara dengan medok jawa yang sangat kental. Vina namanya, ketika salah satu temannya memanggilnya dari belakang. Kupikir dari tahun ke tahun generasi anak kosmik asal jawa tidak putus-putusnya. "Ada lagi penggantinya Mbak siska" celutuk Andi. Seorang lain dari mereka turut pula mengundang perhatian kami. Mata besar berwarna hitam gelap (istilahnya bolla) menjadi daya tarik dirinya ditambah kulit putih yang kontras dengan baju hitamnya. Rupanya dia sudah mengganti kemeja putih tadi.

Ketika magrib berlalu, para mahasiswa baru itu pun memutuskan pulang satu persatu bersama para undangan lain sehingga tempat-tempat duduk mulai kosong. Dari belakang, beberapa anak kosmik angkatan 2009 (Alin, ratna, ciko, titah, ari, dan ela) mulai duduk mengisi kursi yang kosong di dekat saya dan Ilo. Baju merah yang dipakai alin membuatnya tampak seperti anak unhas yang akan pergi demo. Ilo langsung mengenali mereka sebagai pagar ayu di acara pernikahan dwi dan kak yusran beberapa waktu lalu.

Saat-saat berkumpulnya anak kosmik dari berbagai angkatan sebenarnya menjadi inti acara berbuka puasa bersama seperti ini. Saling mengenal dan saling sapa, setidaknya ketika bertemu di jalan kita bisa sama-sama melambaikan tangan. Kalau lah tidak sempat kita mengetahui nama, setidaknya ada terpatri sedikit dari wajah masing-masing, gestur tubuh atau gelak tawa mu. Karena meskipun pernah ada yang lama dan kemudian datang yang baru, kita tetap menyatu. (dari salah satu lirik lagu mars kosmik, kau tau lah pasti yang mana)



http://fc07.deviantart.net/fs32/i/2008/197/2/6/United_by_BlackofElfa.jpg



http://thebestten.files.wordpress.com/2009/12/superheroes11.jpg


Jumat, 20 Agustus 2010

Jum'at, puasa hari ke-10 : Menanti avatar sebenarnya

Siapakah yang kau nantikan sebenarnnya di dunia ini ?
atau pertanyaannya, adakah yang kau nantikan di dunia ?
Kalau belum, maka mulailah menantikan. Minimal membentuk hal-hal yang dinantikan atau siapa yang paling ingin kau temui. Karena dengan itu, kau sudah membuat tujuan hidupmu. Agar jelas arah ayunan langkahmu. Tidak perlu terlalu besar, cukup langkah-langkah kecil dulu.

Dimulai dengan esok hari, akan kemanakah kau ?
Menyelesaikan sesuatu yang tertunda kemarin
Atau coba memenuhi janji yang belum tertunaikan
Menyiram tanaman yang lupa disiram sehari sebelumnya
Meminta maaf kepada orang lain yang sengaja atau tak sengaja kau sakiti
Atau kau bisa merasakannya sendiri

Malam ini, kami (patang, debra dan saya) berkesempatan melihat film Avatar The Last Airbender th e movie dalam format 3 Dimensi yang disutradarai M. Night Shyamalan. Air seolah berlompatan keluar dari dalam layar menciprati penonton. Dalam film itu avatar adalah sosok yang selalu dinantikan tiap generasi untuk menghentikan peperangan demi kekuasaan dan menciptakan perdamaian. Karena kekuasaan selalu menjadi tujuan hidup banyak orang, maka berbagai cara pun ditempuh. Sebenarnya, bagiku tujuan peperangan juga adalah menciptakan perdamaian. Karena ketika tidak ada lagi perlawanan dari orang lain, maka seketika itu pula perang akan berhenti dengan sendirinya. Adalah karena kekuasaan orang yang terusik, maka peperangan pun tak dapat terelakkan.

Penantian terhadap avatar selalu menjadi acuan akan adanya harapan terciptanya sebuah tujuan yang bernama perdamaian.
Sama seperti hidupmu yang akan lebih berarti jika terdapat tujuan dengan menyalakan semangat dan harapan.


Avatar Aang


sumber :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtTmrfdLGlqWtW7EFI4DwzZWrczAoBHARCa29lZZbxkcQLm_oX4qoRsjvZXBX-VfZGm0jhZGUKdGrhYPPsERta_8IxP6LRa9Whq0RovsRCmWazQhdvBVgwoN4ZMCDt8jp9Hb2biAaxPGw/s1600/Avatar-The-Last-Airbender-5.jpg



Ini yang versi 3D nya :


sumber :
http://www.etravelpilipinas.com/philippine_news/showbiz/Avatar-Last-Airbender.jpg


Kamis, 19 Agustus 2010

Kamis, puasa hari ke-9 : Maaf patang

Untuk sore ini, maaf patang, karena sepertinya saya sedikit memaksa. Ternyata, Setiap yang kupikir baik belum tentu baik bagi orang lain. Sebenarnya sebagian besar merupakan ego dariku dan sebagian lain hanyalah sikap basa basi saja.

Adapun sikapku yang demikian tak sepenuhnya timbul karena direncanakan, semuanya terjadi refleks begitu saja ketika melihat setiap kesempatan terbuka. Yah...sekali lagi, bisa jadi baik bagiku belum tentu baik bagimu. Sekali lagi maaf...^_^

Rabu, 18 Agustus 2010

Rabu, puasa hari ke-8 : Hujan pertama ramadhan

Sejak pagi mendung telah memenuhi langit makassar. Rencanaku hari ini untuk bertemu hutri dan berbuka puasa bersamanya sebelum dia berangkat ke papua terancam batal. Dan benar saja, tidak berapa lama selepas dzuhur, ada kabar darinya mengatakan bahwa ia akan berangkat lebih cepat dan masih banyak yang mesti dibereskan. Sampai ketemu lagi nanti katanya.

Mendung membuat langit semakin gelap padahal masih siang hari, sampai-sampai matahari tak nampak. Ketika saya menuju BTP (tempatnya arya), sempat di jalan saya bertemu Opi (kosmik 07) yang menawarkan tumpangan. Sesampainya di rumah arya, sebuah buku National Geographic bersampul manusia prasejarah menarik perhatian saya. Tidak berapa lama datanglah Illang bersama Romi (keduanya anak kosmik 07). Kebetulan Illang beberapa waktu lalu baru pulang dari jakarta dalam rangka menghadiri undangan dari IKJ (institut kesenian jakarta). Beberapa kisah dari illang pun mengalir perlahan. Mulai dari pertemuannya dengan seorang bernama bambang di jogja. Kata Illang, jangan mudah percaya dengan kenalan baru di jalan. Kemudian bagaimana ia merasa kapok ketika naik kapal feri dari madura menuju makassar yang menghabiskan waktu 50 jam diatas kapal sampai-sampai illang sempat berteriak sewaktu melihat daratan sulawesi saat feri tersebut akan tiba setelah 3 hari diatas laut. Cerita Illang menghiasi siang itu hingga tak terasa hari semakin sore menjelang buka magrib. Kebetulan Imma (kosmik 07) yang saat itu baru datang berbaik hati untuk mentraktir hidangan berbuka puasa.

Kali ini mendung tidak bohong, hujan tetap turun, bahkan deras.