Jumat, 25 Juni 2010

last posting xnet

Yang terjadi di dunia ini sebagian besar orang menyebutnya dengan menang atau kalah..
Hidup atau mati…
Menderita atau bahagia
Semuanya hanya seperti dualitas adanya
Tapi itu hanya proses
Dan pasti hanya sementara
Segala yang ada di belakang mu menjadi sejarah
Pun walau kau tak mau menengoknya kembali
Ia tetap akan menjadi bagian dari dirimu

Aku memposting ini pada hari terahir xnet berdiri
Mungin sudah saatnya
Yang harus berhenti biarlah berhenti
Bis harus berhenti untuk menurunkan penumpang, dimana darinya uang setoran diperoleh
Air pun perlu tidak mengalir dan berkumpul sejenak sehingga sejuk atau dinginnya menyentuh kaki kita lebih lama rasanya
Lampu lalu lintas perlu berwarna merah, agar pejalan kaki boleh menyeberang, dan para pengamen jalanan atau penjual koran di perempatan itu bisa meneguk dahaga nafkah, meski itu hanya recehan yang berjatuhan

Tetapi satu hal yang mesti kita ingat
Jika Kita berhenti, jangan lupa untuk kembali berdiri dan meneruskan perjalanan

Rabu, 31 Maret 2010

BHP DICABUT...!!!! (Surat untuk BAPAK MANSYUR SEMMA)

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh...

Karena Bapak pernah mengajarkan untuk menulis apa yang dirasakan, maka kutulis ini sebagai perasaanku.

Pak Mansyur yang jauh disana, tadi siang sebuah berita di tribun timur online menyentakku dengan kabar bahwa terhitung mulai hari ini, rabu (31/3/2010), Undang-undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) secara resmi dicabut. Perasaan haru yang mendalam segera kurasakan sampai tidak terasa air mataku tidak tertahankan. Karena setiap hal menyangkut BHP, aku langsung mengingat Bapak yang dulu sangat gigih dan vokal menentang sejak masih menjadi Rancangan Undang-undang.

Ketika Bapak pergi menghadap kepada-NYA di bulan maret 2008, ternyata undang undang itu disahkan 9 bulan kemudian, yaitu tepatnya pada tanggal 17 desember 2008. Kerusuhan yang terjadi di pintu satu dan mengakibatkan penyerbuan oleh polisi ke dalam Kampus Unhas menjadi saksi waktu itu.

Kini Undang undang itu resmi dicabut di mahkamah konstitusi (MK) dengan beberapa pertimbangan, yang salah satunya adalah dengan adanya Undang-undang BHP, pendidikan menjadi tidak memihak rakyat miskin. Inilah poin utama yang juga Bapak suarakan waktu itu. Karena menurut Bapak, BHP hanya akan mendatangkan kesenjangan antara mahasiswa miskin dan yang kaya.

Sebelum undang-undang ini dicabut, sebenarnya praktek ini telah berlangsung tahun 2002. Dimana terdapat sejumlah mahasiswa yang membayar dengan biaya SPP berbeda dengan lainnya. Mungkin BHP telah dihapuskan, tapi komersialisasi di Kampus Unhas yang ada sekarang seakan lebih kejam dari BHP itu sendiri dan berwujud dalam beberapa jalur, seperti Jalur Kemitraan, PMDK, Jalur Khusus serta Jalur Susulan. (Oh iya, pak, tapi lucunya, beberapa waktu ini saya suka sekali berbagi cerita dengan salah seorang teman dari jalur khusus itu, dia baik, dan kalau tersenyum manis sekali).

Undang-undang BHP sudah tiada, semoga saja tidak ada lagi yang berusaha menghidupkannya dalam bentuk lain. Sayang Bapak cepat sekali pergi, kalau tidak, mungkin Bapak masih bisa mengkritik mahasiswa yang sedang keranjingan main facebook sekarang ini. Yah.. biasanya memang begitu, kata kak yusran, orang baik selalu cepat pergi.



Jumat, 01 Januari 2010

Cukup satu

Awal tahun ini sepertinya terlalu banyak pilihan (atau sebenarnya kita lah yang menciptakan pilihan pilihan itu). Pilihan bisa dianggap kesempatan. Ketika target utama tak juga menunjukkan tanda akan berpihak pada kita, maka pilihan lain disini menjalankan fungsinya.

Tetapi untuk masalah hati, boleh saja kukatakan "berbeda." Entahlah yang satu ini memang sedikit menuntut perhatian ekstra. Tidak saja tentang bagaimana memahami ritme yang ada, namun bagaimana menjaga setiap komitmen yang dibangun dengan konsistensi sebagai pengawalnya.

Maka jika kupertajam sedikit hal ini, akan kukatakan dengan ketegasan untuk memilih. Pilihlah karena kau tak mungkin duduk dengan dua kursi atau kau akan jatuh diantaranya (pavarotti). Sebenarnya bukan karena khawatir akan menutup dan menghilangkan peluang lainnya. Namun setiap peluang adalah istimewa, dan kita hanya bisa memiliki satu keistimewaan. Karena itu pula angka satu menjadi angka pertama. Percayalah karena kita tak cukup kuat menanggung banyak keistimewaan.

Jumat, 11 Desember 2009

Hanya beberapa saat di andalas

Pernah seorang kawan berujar kepadaku, sebenarnya pamit lah lebih menyakitkan daripada perpisahan itu sendiri. Kini aku baru tahu kenapa.
Kebersamaan sesaat dengan kawan-kawan baru beberapa waktu ini yang tidak pernah kutemui sebelumnya serasa sangat membenamkan rindu, bahkan ketika waktu perpisahan itu pun belum tiba. Sekiranya ada yang rasa lebih sakit dari ini, biarlah akan kuambil rasa itu.

Walau hanya berkisar 14 hari berada disekitar mereka sungguh menambah lagi pemahamanku tentang hidup. Ada cerita tentang salah seorang dari mereka yang rela menyewa motor selama bulan bulan pertama ia bertugas, dimana harga sewa motor tersebut lebih besar daripada gajinya sendiri. Ada pula kisah seorang tahanan yang sangat sabar menjalani masa tahanannya, dari pemaparannya aku yakin kesalahan yang ditimpakan padanya tidak sepenuhnya datang darinya. Tidak ketinggalan suka duka polisi di perbatasan dan lingkungan kantor yang tidak memadai dan jauh dari peradaban ditambah jalan rusaknya serta belum adanya aliran listrik. Semua kudapati dari tempat itu, bangunan sederhana di jalan andalas depan terminal 42.

Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Mereka lah pahlawan informasi, yang merangkaikannya dalam satuan kata dan membungkusnya dengan selimut kalimat serta bumbu hati yang memihak kepentingan rakyat. Dikala malam semakin gelap, dimana orang-orang mulai merangkak ke tempat tidur dan menutup mata, mereka tetap terjaga setelah seharian dari pagi hingga sore mengumpulkan segala keluh kesah masyarakat, ketidak adilan, ksiah jalanan disebelah jembatan yang rusak karena selalu dilalui truk besar, atau tentang lampu merah yang selalu dicueki para pengendara, atau pejabat yang sedang berkaraoke dengan perut besarnya. Mereka merangkumnya dalam secarik kertas, atau kilatan blitz kamera bahkan memanfaatkan multifungsi telpon genggam kemudian menyalurkannya dalam hantaman tuts tuts keyboard hingga pada esoknya, ketika orang orang lain baru terbangun dari tidur lelapnya akan mendapati buah karya mereka ditemani secangkir kopi.

Kak femi, Kak Hasan, kak jamal, Idam, Jitro, Roy, Narto, Haris, Sofyan (Xanana), Mus, Adi, Opin, Noldi, Obama, Arif, Zul, Dedy, Tahir, dan masih banyak lagi...
Kalian lah pembela yang tertindas, maaf kawan...semoga jika kita bertemu lagi, rasa rindu kita masih dan selalu sama

Untuk Ody : semangat harus ada setiap hari kawan...!!!
Untuk Roy : kabari kalau lahir si kecil ya..
Untuk Opin dan Idam : mencintai itu tak ada salahnya
Untuk Obama : jangan pernah murung, karena ruangan itu akan sepi dan mencekam tanpa suaramu
Untuk Narto : selalu semangat
Untuk haris : jangan terlalu lama, ponikalo uti..
Untuk kak jamal : terima kasih untuk 3 hari bersama HP normal nya
Untuk Zul : semangatmu selalu menanjak setiap harinya
Untuk kak femy : kedatangan kakak selalu dirindukan
Untuk kak sofyan : pemberian motivasi semacam itu sungguh sungguh berarti
Untuk Mus : informasi bersamamu, kurang apalagi...semangat
Untuk Adi : keren sekali teknik potonya... ditunggu selanjutnya
Untuk Dedi : jangan pernah sedih, nanti tidak ada yang temani obama bikin ribut
Untuk Tahir : terus belajar kawan... suatu saat pasti bisa

Rabu, 02 Desember 2009

Mubes Kosmik...selamat nah....

Suatu hari akan datang saat dimana kita hanya bertemu melalui kerinduan masa lalu. Ketika kau bercerita tentang pertemuan kita di tempat itu, semoga cerita itu akan sama dengan yang kurasakan dan teman-teman mu rasakan, atau teman-temanku, atau kakak-kakak diatasku atau adikmu hingga adiknya adik-adikmu. Mungkin jalan ceritanya akan berbeda, tapi kuharap yang pernah kulakukan di masa lalu, atau yang kau lakukan di masa kini, dan adikmu lakukan di masa depan nanti tetap berarti bagi kita atau setidaknya pernah berarti.

Karena Masa lalu adalah kerinduan, masa kini adalah kepastian dan masa depan adalah pengharapan, maka ketika masa lalu dan masa kini bertemu di masa depan dengan rasa yang masih sama, itulah kesetiaan. Kesetiaan yang bagimu mungkin tidak sama denganku atau adikmu atau adiknya adikmu.

Bagiku saat ini adalah masa lalu. Berbeda untukmu, saat ini sudah menjadi kepastian. Oleh karenanya sebelum saat ini menjadi masa lalu bagimu, maka berbuatlah sekarang kawan....
Aku selalu berharap semoga kita akan bertemu nanti dengan cerita kita masing-masing di masa depan dalam kerinduan yang kupastikan sama. Seperti kata Seorang teman, sebenarnya yang menyatukan kita adalah cerita.

Kuyakin Proses di depanmu ini akan sedikit membosankan dan mungkin membuatmu gerah sehingga memaksamu untuk membencinya. Kalau boleh, aku hanya bisa tersenyum dan menyuruhmu tetap mencintai proses ini walau bagaimanapun. Dan kalau kau tak marah, ikutlah bersamaku mengatakan padanya (KOSMIK) : "we love you anyway...."

Untuk kawanku, kakakku, adiknya adikmu, adiknya adikmu lagi dan lagi.....
Selamat bermubes KosmiK


Kamis, 26 November 2009

Starting....

at GP 1st day (senin 23 november 2009

Membuka lembaran baru ini terasa aneh, bingung bercampur menjadi satu entah kenapa. Ritme kerja yang cepat sebenarnya sudah menjadi hal biasa, tetapi disini aku menemukannya dalam kondisi yang berbeda.

Jika kau bertanya bagaimana cara memulai sesuatu, maka tentu aku tak tahu jawabannya. Yang pasti jika kita tidak segera memulainya, maka sampai kapan kita akan menunggu ? .
Kukatakan ini padamu, kawan... karena sesuatu yang tidak pernah dimulai, tidak akan pernah selesai.

Ini bukan tentan siapa kita, atau seberapa hebat kita. Ini tentang apa yang bisa kau berikan hari ini (seorang redaktur hebat, haris maku). Jika kau tak tahu apa yang akan dilakukan hari ini, belajarlah kembali. Aku teringat kembali penggalan kalimat di tas kain milik dwi, bahwa setiap tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru.

Jika Suatu hari kebosanan mulai menyergapmu, maka yakinlah dan pastikan kau mampu untuk berubah dan menjadi semakin baik tiap harinya.

Dia ada disana kawan... menanti tatapan kasihmu
dalam diam dan harap
trust me.....

Selasa, 24 November 2009

Karena cinta pasti ada

Kalau ada kebetulan, maka biarlah dia yang menyatukan segala. Entah itu disadari atau tidak, suka ataupun benci. Jika suatu hari kita mencari sesuatu dari masa lalu, dan kalau kau suka menyebutnya : "kebetulan" kau menemukannya di masa depan, maka itu adalah hadiah untukmu. Karena jalan yang kau tempuh dengan berusaha mencarinya di masa kini adalah perjuangan.

Kepastian adalah kebetulan yang berlipat ganda dan tak ragu, maka alangkah bersedihnya kepastian itu jika kau sendiri mengingkarinya disebabkan ketakutan yang tak beralasan dari dirimu.

Karena cinta adalah kepastian, maka tolong jangan takut untuk memastikannya apalagi mengingkarinya. Aku tahu cintamu ada, dan pasti akan mengalir, Entah untuk dia yang berwujud diam atau psikopat. Kau pasti bisa memastikannya.

Minggu, 22 November 2009

Terus belajar

Ternyata tidak mudah mengumpulkan kembali kenangan kenangan yang ada. Rasa bosan selalu menyapa di awal. Dan satu satunya jalan mengatasinya adalah bergerak. Entah itu akan mengarah kemana, terserahlah...

Pastinya, di titik kita berada sekarang adalah menjadi nasib masa lalu dan kenangan di masa depan nanti. Tentunya melakukan hal yang terbaik adalah penentu bagi diri kita dan semoga bisa bermanfaat bagi orang orang disekitar tanpa disadari atau tidak.

Maka kembali belajar bagiku saat ini mengenai segala yang pernah kudapati di kampus merah dan menerapkannya untuk bertumpu pada kaki ini, semoga bisa mengiringi kejenuhan yang kadang timbul.

Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dalam hidup, apalagi untuk hal lama yang mengiringi perjalanan masa lalu kita. Selama kita terus belajar, maka tidak ada kata bosan dalam menjalani hidup.

Dan tak lupa, sambil diiringi kata usang yang tak habis di makan waktu : "SEMANGAT..!!!"

Senin, 16 November 2009

You always have him....

Sebenarnya yang membuat sesuatu itu berarti adalah karena sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain menginginkannya bukan karena ingin memilikinya, tetapi karena ingin membagi yang dimilikinya.
Maka kukatakan ini padamu karena seseorang di luar sana ingin berbagi waktunya dengan mu.
Tapi sepertinya waktu ini selalu terasa panjang atau karena kau pura pura tidak menyadarinya ataukah engkau takut akan masa lalu mu atau tentang rencanamu beberapa tahun mendatang bisa terhalang (tenang saja, untuk rencanamu yang ini, aku tak akan ingkar janji, aku akan datang menyanyikannya untukmu, untuk kalian berdua)
Bisa jadi ini hanya soal waktu, yang jelas menunggu baginya tidak akan menjadi kebosanan, entah itu sampai kapan.
Kau bisa menemuinya kapan saja
karena you always have him...

hahaha... maaf aku kehabisan akal untuk membujukmu
semoga kau sadar... mulai sekarang

Rabu, 07 Oktober 2009

Setitik kasih di rumah sakit

Yang ada sore itu hanyalah canda
Meski dalam balutan selang infus dan selimut
Serta bau khas obat-obatan dan makanan
Rahma tertawa, ayah ibunya juga, kami pun ikut tertawa, tak ketinggalan Opi dalam senyuman khasnya
Turut pula pasangan "sasmita" di rombongan yang datang belakangan
Kalau ada kesempatan seperti itu di lain waktu, kuharap tidak berhenti sampai disini
Kami selalu mendoakanmu....
Semoga cepat sembuh