Minggu, 10 Mei 2009
Menulis itu....
Dimana tangannya menjadi kaki untuk berpijak
Sementara pikirannya menjadi mata dan telinga yang melihat serta mendengar segala
Kemudian hatinya menjadi tangan yang merasakan apa saja
Orang yang berjalan itu mempunyai semangat bernama ”latihan”
Dan perjalanan itu bermuara kepada sebuah tempat bernama ”pencarian”
Dengan sebuah papan di pintu gerbangnya bertuliskan ”tidak pernah menyerah”
(untuk semua teman temanku di exist 08)
Sabtu, 02 Mei 2009
Malam yang berbeda, kali ini saja
Keriuhan sirkuit sentul yang tadi kukatakan tidaklah mengada-ngada. Meski jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga subuh, tapi lihatlah raungan dan deru sepeda motor berpacu masih terdengar dan membuat orang disini tetap terjaga. Meskipun begitu tampaknya masyarakat sekitar tidak terlalu ambil pusing karena pemandangan seperti ini sudah biasa terjadi setiap malam minggunya.
Selama “sirkuit” dadakan ini muncul, dalam hitunganku sudah 4 kali terjadi kecelakaan. Aku tak tahu yng diluar dari itu. Setiap sabtu malam pasti seperti ini. Pertarungan awal dimulai sekitar pukul 11 malam. Mulanya akan muncul 3 sampai 5 motor yang berpacu selama beberapa putaran. Kejadian selanjutnya dapat ditebak, polisi akan datang mengamankan dan mengusir serta membubarkan balapan ini. Aku tahu itu hanya taktik para pembalap saja. Karena balapan sesungguhnya bukanlah pada saat itu.
Ketika para polisi tadi mengira telah menunaikan tugasnya dengan baik, maka mereka akan pulang. Sementara para pembalap menunggu hingga pukul 2 dini hari. Itu berarti sudah hari minggu pagi. Ketika itulah, balapan sesungguhnya berlangsung. Biasanya hanya terdiri dari 2 atau 3 motor, terkhusus bila terjadi pertaruhan yang dilakukan dengan negosiasi di depan pompa bensin pintu satu unhas. Akan terjadi duel satu lawan satu.
Malam minggu bagiku mungkin sama dengan malam malam lain. Kecuali malam minggu semalam, seseorang mengucapkan terima kasih padaku dalam bahasa asing yang tak kuketahui. Aku mengetahui arti “terima kasih” tadi ketika tidak sengaja dalam sebuah dialog film meyebutkan kata itu. Istimewanya, ucapan itu berlanjut kepada obrolan-obrolan ringan tentang beberapa hal.
Salah satu kesamaan manusia menurutku adalah selalu ingin diperhatikan. Secuek apapun dia. Aku pun demikian. Ketika dia menyinggung apa yang telah kutuliskan di masa lalu, aku merasa senang. Begitu juga ketika dia bercerita tentang kerinduannya akan sebuah sudut di kota kelahirannya bersama sahabat yang selalu mendengar keluh kesahnya, aku tahu dia sedang rindu. Kami bercerita hingga tak terasa dia pun tertidur di ujung kamarnya. Entah di atas ranjang atau di depan televisi. Yang pasti aku tidak akan tertidur hingga pagi nanti. Dan kepadanya, aku hanya bisa berucap : terima kasih telah membuat malam ini berbeda dengan malam malam lain sepanjang hidupku, meski itu hanya kali ini saja.
Kamis, 16 April 2009
Tri melahirkan..
Nuniek merupakan teman angkatanku di kosmik yang telah menjadi reporter di RRI programa 3 makassar. Adapun kabar utama dari pesan tersebut adalah menyangkut Tri yang telah melahirkan bayi perempuan.
Rabu, 08 April 2009
resah yang lahir awal april (menjelang pemilu)
Semoga kita semua selalu dalam dilindungi-Nya.
Senin, 30 Maret 2009
ada api di tamalanrea
waahaii.... teman temanku wartawan dan wartawati,
barusan ada beberapa mobil pemadam kebakaran dengan kecepatan tinggi
seperti sedang memburu api,
entah dimana lagi si jago merah itu beraksi,
kejarlah kabar itu secepat kau kabarkan mereka kepada kami...!!!
hm...kali ini tempatnya terdeteksi di nusa tamalanrea indah alias NTI
terima kasih buat laporan AYU exist 08 yang manis sekali.....
Sabtu, 21 Maret 2009
Kau curi lagi.... (lagi dan lagi)
Rabu, 04 Maret 2009
Mansyur semma, setahun dalam kenangan
Aku takkan bercerita kalau sedih itu mengingat setahun yang lalu kala pak mansyur pergi
Aku juga takkan berusaha menutupi haru akan panjangnya iring-iringan konvoi yang mengantarkan jenazah beliau ke pemakaman pate'ne maros itu, juga setahun yang lalu
Kini aku hanya ingin mengenang beliau
Betapa di tanggal ini setahun yang lalu, tidak ada kekuatan dan kekuasaan yang mampu menahan kepergian beliau karena kehendak-Nya, bahkan isak tangis sekalipun
Aku hanya ingin mengenangnya...
Selasa, 03 Maret 2009
Tamalanrea school
Kajian mengenai hal ini pun sangat beragam. Dan tentu saja dimuat juga di media-media komunikasi pengantar pesan di seluruh dunia. Media online merupakan media teranyar pengantar pesan yang boleh dibilang tergolong murah dan tidak memerlukan birokrasi yang ribet. Berdasarkan faktor inilah, dini hari tadi sebuah situs yang mengantarkan isu-isu kajian tentang sosial budaya diluncurkan. Saya kebetulan sedang membaca salah satu artikel dari situs tersebut. Saya pikir ini merupakan hal yang sangat positif untuk mengakomodir hal-hal semacam itu.
Diluncurkan dari tamalanrea, sebuah wilayah yang selalu menjadi kenangan dan tempat belajar kita, berdasarkan nama tamalanrea itu sendiri yang berarti "tak jemu-jemu", menjadi penyemangat kita untuk terus maju dan tak bosan untuk terus belajar.
Kita bisa mengaksesnya pada alamat :
http://www.tamalanreaschule.co.cc/
Jumat, 27 Februari 2009
Suatu sore bersama Fadel Muhammad
Ketika baru saja aku tiba di lantai bawah gedung ipteks, aku mendapati 2 kelompok mahasiswa yang sedang duduk membentuk 2 lingkaran berbeda. Masing-masing ditemani oleh seorang dosen. Aku mengenali salah seorang dosen itu sebagai supervisor ku (pak rahmat Muhammad) waktu KKN di tahun 2006 silam. Aku dapat menyimpulkan kiranya pembicaraan dua kelompok lingkaran itu adalah mengenai rencana pemberangkatan KKN nanti. Entah ini KKN gelombang keberapa, aku hanya memandang mereka sambil menunggu kedatangan Pak Fadel.
Sekitar lima belas menit menunggu akhirnya rombongan pak fadel tiba. Setelah sebelumnya aku ditemani oleh salah seorang senior angkatan 96 serta ain (sekum kosmik saat ini) yang sudah pergi lagi. Ain juga sempat mengabarkan bahwa Ibundanya Irwan (ketua korps saat ini) saat ini sedang sakit dan dirawat di ruangan "anggrek" rumah sakit Jaury.
