Sabtu, 10 Mei 2008

"puisi pergi"

Apakah yang nanti akan berubah jika kau pergi kawan?
Jika kau pergi dari kampus ini ?
dari pasar ini?
dari pondokan ini ?
Jika waktu kita untuk bersama, tinggal hitungan jari ?
Jika perpisahan terjadi hanya karena takdir
Sebagaimana berlaku pada pertemuan

Ketika bahagia menyapa di awal
Dan kesedihan menjemput pada akhir

Aku benci namanya sebab akibat
Kalau ada sebab pasti ada akibat
Ada asap maka ada api
Kalau ada pertemuan, maka perpisahaan tinggal menunggu waktu

Sering ku menyusahkanmu dan terkadang membuatmu malu
Seperti aku yang tidak kecewa jika kau tidak menepati janjimu

Maafkan aku kawan
Mungkin aku tahu banyak tentang hal-hal yang kau sukai
Tapi aku lupa pada sesuatu yang kau benci
Dan aku justru lebih sering membuatmu jengkel

Yang pasti, satu yang tidak akan berubah kawan...
Dirimu akan selalu di hati


(dari catatan yang mungkin akan hilang nantinya)

Tidak ada komentar: