Sabtu, 11 September 2010

Pernah (tidak) wisuda

Setiap orang yang mendapat kesempatan mengenyam bangku kuliah, pasti sangat ingin memasuki suatu proses akhir bernama wisuda. Suatu tahapan dimana kau akan mengenakan pakaian hitam panjang menutupi hingga bagian kaki dengan topi di kepala berbentuk segi empat yang disebut toga. Pakaian aneh tapi mengandung berjuta prestise dan gengsi yang tinggi.

Orang yang mengenakannya tidaklah sembarang. Perjuangan yang panjang harus ditempuh untuk dapat berpakaian seperti itu. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan yang tinggi bila ingin memakai baju tersebut. Disamping uang serta waktu yang tak sebentar serta tak jarang dihiasai air mata dan kecewa.

Wisuda yang berarti juga pelepasan dari kampus tempatmu menuntut ilmu. Berpisah dengan teman-teman, staf akademik, Para dosen bahkan kekasih. Bila Saat yang ditunggu-tunggu itu tiba, maka jangan heran jika suasana tempat tinggalmu akan berubah. Mungkin rumah mu akan seperti merayakan lebaran yang datang lebih cepat. Tiba-tiba Ibu memasak opor ayam bersama lontong atau makanan lezat lainnya dalam jumlah banyak sambil dengan bangga menyebut-nyebut nama anaknya yang akan diwisuda kepada tetangga-tetangganya.

Hari ini beberapa teman di Kosmik (wanto, opi, cici, khaerul, dll) sempat mengikuti wisuda ini, setelah berjuang selama beberapa tahun dan tepat waktu menyelesaikan masa studinya. Saya juga sempat hampir merasakannya, namun sayang tidak kesampaian, mengingat telah melampaui batas waktu 7 tahun yang telah ditentukan. Tapi tak apalah... Untuk itu kepada teman-teman ku... Selamat yah ^_^


Ilustrasi :


http://fyuhisme.files.wordpress.com/2010/05/astie-wisuda1.jpg

Kamis, 09 September 2010

Kamis, Puasa hari ke-30 : Duka di penghujung ramadhan

Diantara beberapa misteri alam semesta ini adalah masa depan. Maka termasuk di dalamnya nasib, jodoh dan tentu saja kematian. Kalau kau mau menyebut tangis sebagai pengiring ketiganya, silahkan. Tetapi untuk yang terakhir (mati) aku tak keberatan jika kau tak mau mengimbanginya dengan tertawa.

Isak dan cucuran air mata adalah wajar, hewan saja sedih jika ada sebagian dari kumpulannya yang hilang. Tangis juga merupakan obat yang manjur untuk sekedar menawar kesedihan meskipun sesaat. Namun kesedihan bukan sekedar untuk ditangisi. Darinya kita bisa belajar tentang memiliki. Aku memang tak akan bisa memahami seberapa dalam kesedihan yang orang lain rasakan. Yang tampak dari wajahmu hanya mata sembab diurung duka mendalam. Selebihnya aku tak tahu.

Kau pasti lebih paham soal manusia hanyalah titipan Tuhan, dan terserah kapan DIA mau mengambil kembali. Maka izinkan aku mengutip lirik Iwan fals dibawah ini :

"...oh yang ditinggalkan tabahlah..semuanya dari tuhan, kita juga pasti pulang..."
(dari lagu harapan tidak boleh mati)

*Untuk nendenk...Karena sedihmu sedihku juga

(terima kasih untuk kak jun atas infonya)


Rabu, 08 September 2010

Rabu, Puasa hari ke-29 : Ibu naga santy datang....

Hujan yang turun sejak siang tadi tidak berhenti hingga sore ini. Meski curahnya tidak sederas kemarin, tetap saja akan sedikit basah jika kita memutuskan untuk keluar rumah. Tapi bagi santy yang sore ini sudah niat dan semangat 45 nya dia tetap nekat ke tamalanrea dari malengkeri menumpang pete-pete. Saya yakin pasti di depan kantor gubernur akan banjir seperti kemarin waktu saya lewat disana sepulang mencetak foto.

Dalam rintik hujan kulihat santy duduk-duduk di balai kecil milik pak kuasang di pintu masuk jalan politeknik atau pintu nol. Walau dengan tubuhnya yang begitu subur, santy tetap berusaha lari menuju kearahku dan kemudian bersama kami melangkah ke warnet obelisk milik Ilo.

Santy masih tampak seperti dulu. Periang dan lebar. Santy suka bercerita tentang apa saja dan menanggapi apa saja. Santy telah meninggalkan makassar kurang lebih 2 tahun ini untuk mengadu nasib di jakarta terhitung sejak akhir tahun 2008. Dia bercerita beberapa pengalamannya di tanah jawa dan berapa kali ganti pekerjaan sampai akhirnya menetap di perusahaan HP (Hewlet packard) saat ini menangani order komputer merek HP untuk kelas korporat besar.

Ketika pertama kali tiba kembali di makassar, dia ingin sekali makan coto makassar dan pisang ijo. Katanya di jakarta sangat mahal harganya. "bayangkan pisang ijo sebesar telunjuk harganya Rp. 14 ribu dan satu mangkuk coto Rp. 40 ribu. Mau naik haji kayaknya yang jual itu" kata santy ketus.

Di jakarta menurut santy sangat ketat persaingan hidup. Sangat keras malah. "Bis angkutan umum harus dikejar pi baru bisa naik ki" kata santy mengenang. Yang jelas sore ini kita akan makan pisang ijo, walaupun dengan pasangan tahu isi.




Sumber gambar :
http://3.bp.blogspot.com/_MfhZINqe2EA/SfMGtiQb3MI/AAAAAAAAAVg/8XvJq1nhxmI/s320/pisang+ijo.JPG
http://ummurifqi.files.wordpress.com/2008/10/tahu-isi.jpg



Selasa, 07 September 2010

Selasa, puasa hari ke-28 : Nasib akan membawamu bertemu kenyataan

Seseorang memanggilku dengan suara beratnya dari arah FIS 8. Menggelegar sahutannya apalagi ditambah pantulan dinding gedung FIS yang sepi. "Saya kak, risas permana..!!!" Tampak satu sosok tegap, tinggi dengan seragam kecokelatan tapi ada lambang-lambang militer di pundak dan dada kirinya. Meski tampak sangar, suaranya terdengar mulai pelan bersahabat. Ah ternyata dia adalah Risas. Seorang anak kosmik yang sudah lolos di angkatan udara.

Risas dahulu masuk kosmik di tahun 2007. Di tahun berikutnya dia sempat mengikuti tes masuk kepolisian tetapi tidak lulus. Risas tidak patah semangat dan terus mencoba tes kembali di angkatan udara sampai akhirnya di terima dan telah menempuh pendidikan kurang lebih selama 2 tahun di pulau jawa. Bagi Risas, meski dia sudah jadi tentara, hatinya tetap KOSMIK. Kedepan harapan besar baginya untuk bisa bekerja sama dengan teman-teman yang lain membangun bangsa.

Kebesaran dan pangkat yang dimilikinya sekarang tidak membuatnya tinggi hati, setiap bicara ia selalu merendah dan berusaha menunduk agar sejajar dengan tinggiku. Katanya tinggal 2 tahun masa pendidikannya. "Keluar nanti langsung satu balak, kak". Ujarnya pelan. Disana dia mengambil jurusan elektronika pada bidang pesawat. "Satu skuadron itu sama dengan 12 buah pesawat tempur" jawabnya mantap ketika kutanya apa itu skuadron. Saat ini katanya indonesia hanya memiliki 3 skuadron sukhoi, sementara malaysia ada 19 skuadron. Makanya menurutnya, indonesia harus memperkuat angkatan udara kalau ingin berperang dengan malaysia.

Menjelang lebaran, risas mendapat libur. Tapi karena waktu liburnya tidak banyak, dia memanfaatkannya untuk mencari teman-temannya di kampus. siapa tau masih ada yang nongkrong di korps. Namun hari ini kampus sudah sangat sepi. "Di korps tadi hanya ada taro yang masih tidur" kataku.

Risas kemudian pamit, sambil menjabat tanganku dengan erat sekali. Saya kira nasib yang diimpikannya terwujud sudah melalui usahanya yang keras dan tak putus asa. Katanya mari kita saling mendoakan yang baik-baik bagi kita semua.


ini risas di foto fesbuknya :



http://www.facebook.com/photo.php?pid=30643392&id=1354725750&ref=fbx_album

Senin, 06 September 2010

Senin, Puasa hari ke-27 : karena berbuat baik tak perlu dikatakan

Dalam beberapa pekan ini terjadi beberapa kejadian besar di makassar. Salah satunya kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah rumah di sekitar jalan lamadukelleng, tidak jauh dari kediaman Jusuf Kalla.

Banyak pihak yang turun langsung membantu para korban tersebut, tanpa banyak kata dan banyak tanya apakah mereka mengenal para korban atau tidak. Maka di tengah kemeriahan ramadhan terdapat isak tangis para korban kebakaran, di sela-selanya masih ada tangan-tangan hebat yang diulurkan oleh para pahlawan kesenyapan.

Beberapa dari mereka ada di bawah ini, siapa tau ada yang kenal







Ini foto-foto dari kak ilham firmansyah, beliau dan tim kantor seputar indonesia menyambangi langsung para korban di lokasi bencana.


Sementara foto -foto berikut saya comot dari halaman fesbuk seorang teman (http://www.facebook.com/sitimeriam.etho), semoga tidak keberatan






Dan sedikit narsis....tapi tak apalah....


Minggu, 05 September 2010

Minggu, puasa hari ke-26 : Kalau tangga pernah bercerita



Diatas adalah tangga. Semoga kau setuju denganku menyebutnya demikian. Kalau kau pernah berkunjung ke kampus Unhas sekarang, maka pasti pernah kau melihatnya. Letaknya tepat di depan lapangan basket gedung PKM (kau bisa lihat sendiri). Jalur pete-pete kampus melewatinya. Biasanya sore-sore paling banyak orang yang duduk-duduk di tangga ini. Entah itu memang duduk atau istirahat sejenak habis main basket, menunggu pacarnya, atau memperhatikan calon pacar (masih odo'-odo'). Kadang juga menunggu hingga gelap agar dikira orang di rumah sangat serius kuliahnya sampai malam baru pulang. Tapi yang terakhir itu cuma tebakanku saja.

Warna batunya sampai kini tetap merah seperti di foto tersebut. Tidak ada yang berubah. Pernah ada beberapa artis seperti Tere, glen fredly dan saint loco manggung di tempat ini. Kembali tangga tersebut menjadi rebutan karena menjadi tempat yang sangat pas untuk memandang langsung kepada artisnya.

Kata Ilo, tangga ini dinamai ingte' (ini diambil dari kisah shincan dan teman-temannya yang juga nongkrong di tangga seperti ini sepulang sekolah). Dahulu anak dari ukm teater sering mengadakan pentas teater di malam hari. Sementara dari Liga film pun tak ketinggalan mengadakan bioskop kampus. Nontonnya dari tangga ingte' ini. Posisinya yang berundak-undak membuatnya seperti tribun terbuka dengan berbagai macam pentas tersaji di depannya. Sore hari juga kalau beruntung akan kau dapati anak-anak pecinta alam sedang berusaha memanjat-manjat di wall-climbing nya.

Beberapa tahun terakhir generasi telah berganti, kawan lama telah meniti jalan masing-masing. Kemarin Ilo menyempatkan duduk disini mengambil gambarnya sambil menanti buka puasa, Katanya duduk disitu masih menyimpan ketenangan.


Sumber :
fesbuknya kak ilo
http://www.facebook.com/#!/photo.php?pid=31105496&fbid=1424647773151&op=1&o=global&view=global&subj=1116545809&id=1141463585


Sabtu, 04 September 2010

Sabtu, puasa hari ke-25 : Usaha selalu berteman dengan keberhasilan

Hari ini ketika menginstal salah satu komputer di warnet jamil, beberapa kali selalu mengalami kegagalan. Beberapa CD yang dicoba dan bagus di komputer lain, ternyata ngadat dan terbentur pada error kode : 22 di komputer yang satu itu. Sempat saya kira CD Romnya rusak sehingga terpaksa diganti dengan CD rom lain.

Tapi ketika dicoba dengan CD rom baru, tetap saja macet di tengah-tengah proses penginstalan. Saya agak sedikit stress melihatnya sampai tak sengaja melihat sebuah tulisan di blog milik ema yang satu ini : http://roemahjiwa.blogspot.com/2010/09/karena-tuhan-selalu-memberi-peluang.html. Terutama ketika tiba pada kalimat dari salah seorang anak kosmik bernama yuyu (angk 2006). Katanya : "Tuhan hanya memberi apa yang kita usahakan." Saya tertegun sendiri dan tertawa, dari tadi sebenarnya yang kulakukan pada komputer itu hanyalah menyalahkannya dan tidak berusaha dengan mencari mencari kesalahan pada diri sendiri, yaitu kurangnya pengetahuan tentang apa arti dari error : 22 yang ditunjukkan pada layar monitor.

Sebenarnya setiap Peralatan elektronik mempunyai standar operasinal prosedur (SOP) masing-masing. Sehingga jika tidak dilaksanakan sesuai SOP nya, maka terjadilah Error. Dalam hal ini saya kemudian mencari informasi tentang kesalahan tadi di beberapa situs internet, yang ternyata memang terkendala pada hardware, yaitu pada masalah penempatan memory (RAM). Ah jadi ribet mi...Memori pada komputer itu ternyata terpasang 3 keping, saya mencoba melepas salah satunya, kemudian memulai lagi proses penginstalan. Dan hasilnya...Berhasil !!!!

Dalam mencapai tujuan, sebuah usaha mutlak dilakukan. Dan tentu saja keberhasilan ditentukan oleh seberapa keras usaha kita. Do'a adalah salah satu jalan pada kuasa yang menentukan dengan rekomendasi usaha kita tadi.

Jumat, 03 September 2010

Jum'at, Puasa hari ke-24. Shalat jum'at terakhir ramadhan ini

Sepertinya Idul fitri nanti akan jatuh tepat hari jum'at depan. Berarti Shalat jum'at sebentar adalah shalat jum'at terakhir Ramadhan tahun ini. Arus mudik di seputaran pondokan sudah mulai terlihat. Beberapa Penghuni telaga safar telah bersiap-siap menuju terminal angkutan daya. Ada juga yang menggunakan motor. Kawasan jalan Politeknik mulai terlihat sepi. Apalagi ditambah dengan adanya pekerjaan selokan yang dimulai dari seberang mesjid kampus, memotong di tengah jalan pintu satu unhas hingga mengambil sebagian area depan beberapa pondokan. Sampai-sampai akses jalan depan pondok kami terpaksa dipasangi jembatan darurat dari papan agar bisa dilewati.

Di masjid kampus, jemaah yang datang menghadiri shalat jum'at jumlahnya tidak mencapai sepertiga wilayah tengah mesjid. Tetapi masih memenuhi syarat terlaksananya shalat jum'at yang katanya minimal 40 orang. Do'a-do'a pun tetap khusyuk terpanjatkan seiring hujan yang mulai turun pelan-pelan.



Kamis, 02 September 2010

Kamis, Puasa hari ke-23 : Setiap kita punya cerita

Nama-nama jalan di makassar sangat beragam. Mulai dari menggunakan nama-nama pahlawan, (seperti R.A Kartini, Yos sudarso, atau Sultan Hasanuddin) sampai dengan nama-nama jenis hewan (Seperti Badak, Cendrawasih, atau cumi-cumi). Biasanya, nama jalan dengan jenis atau keluarga yang sama letaknya berdekatan. Misalnya nama jalan jenis burung, seperti rajawali, kakatua, kasuari dan cendrawasih. Atau jalan dengan nama-nama gunung, contoh : jalan gunung bawakaraeng, salahutu, bulusaraung, latimojong dan gunung lompobattang. Ada pula nama jalan hewan berkaki empat, seperti jalan rusa, anoa, badak, singa, serigala dan harimau.

Untuk kali ini, saya bersama saldi (kosmik 05) berkesempatan menelusuri dan mencari keberadaan jalan harimau, karena Kabarnya buka puasa bersama akan berlangsung disana, tepatnya jalan harimau no. 7, kediaman milik salah seorang anak kosmik 2010 bernama endhy, yang sempat berkenalan denganku sehari sebelumnya saat buka puasa bersama di rumah Loly. Jalan Harimau ternyata terletak di sebuah gang kecil dekat dengan jalan veteran selatan. Rupanya kediaman endhy adalah sebuah wisma. Katanya milik keluarga endhy yang berasal dari jeneponto. Tetapi endhy mengaku belum pernah ke kampungnya karena ia lama tinggal di makassar. Dengan perawakannya yang kecil, endhy terlihat lincah dan lucu serta mudah akrab dengan orang lain.


Ini endhy

Saat tiba di wisma budi, disana telah ada bang sure sedang duduk diatas motor. "Wah ...saya tadi di telpon Indah, karena kantorku dekat sini, saya sempatkan datang mi". katanya mencairkan suasana. Seorang gadis berjilbab ungu sambil membawa piring berisi pastel tiba-tiba mengundang kami untuk masuk ke dalam, rupanya sudah tiba waktu berbuka puasa. Tergopoh-gopoh seorang lainnya yang mengenakan peci cokelat masuk dan duduk di tengah-tengah kami. "wah...untung ada bang sure yang paling tua, bisa mi bawa sepatah kata nanti ini" Katanya tertawa. Ternyata itu kak iccang (kosmik 96) yang datang bersama Ilo. Tak berapa lama disusul bang nara dan idham. "Aii...ada mi teman angkatanku, ndak jadi ma paling tua disini" Kata bang sure membalas gurauan kak iccang.

Beberapa anak kosmik lain terus berdatangan. Ada madi, ema, kak harwan, dan aidil yang baru datang dan langsung duduk duduk di depan wisma tersebut, didekatnya ada mobil bang nara yang terparkir. Armas, vivi, idham, akil dan lucky terlihat disana sambil ngobrol-ngobrol. Agaknya sebagian masih canggung untuk menyapa yang lain. Ya...mungkin juga tak ingin disebut sok akrab atau jaim dan sebagainya.

Kalau dalam ajang bertemu seperti ini, sebenarnya kita bisa berbicara apa saja, menyapa, bertanya kabar, atau mencalla. Kau bisa menceritakan kekesalanmu terhadap sesuatu. Siapa tau kau punya masalah untuk dibagi, bisa jadi diantara kita punya solusinya.

Karena sedih jangan kau simpan sendiri dan seperti senang bisa kau bagi dengan yang lain. Kita semua adalah pejalan, yang berjalan dalam jalur masing-masing, tapi tidak berarti kita buta terhadap yang lain. Fungsi mata adalah menengok perjalanan kita kedepan dan orang lain, di kiri-kanan kita. Fungsi telinga untuk mendengarkannya sebagai panduan bagi kita. Berteriaklah bila kesusahan, dan ingatlah untuk mengulurkan tangan bila mendengar teriakan susah yang lain.

Jalan kita adalah cerita kita, karena kita semua punya cerita.


Rabu, 01 September 2010

Rabu, Puasa hari ke-22 : Memulai kembali

Beberapa waktu ini kita hanya bertemu di jejaring sosial. Atau pesan singkat dalam jaringan seluler. Sebuah hubungan yang aneh. Dalam hitungan sejak tahun 2006, perubahan model alat telekomunikasi mempengaruhi gaya hubungan seseorang. Kita tak perlu menuliskan surat sambil berharap-harap cemas akan sampai atau tidaknya surat tersebut. Kalau ingin mengetahui kabar, cukup menengok status atau mengirimkan sms.

Kali ini saya akan menggunakan "aku" dengan tujuan mendramatisir.

Suaramu di kesempatan pertama kudengar langsung di perangkat seluler ku terdengar sangat sedih. Sejak itu aku menyebutnya "greget tertentu", bila melihat namamu muncul di layar ponselku dengan pesan singkat sekedar membalas sapaan atau undangan buka puasa. Aku tahu kau sangat sibuk dan tak sempat melewatkan beberapa kesempatan berkumpul bersama dalam buka puasa.

Tapi kali ini kau datang. Aku bisa merasakannya ketika motor yang kukendarai bersama jamil memasuki area depan rumah Loly. Dalam suara halusmu kau memanggilku, menyebut namaku. Ah, bukankah nama terindah adalah nama kita sendiri ? dan bukankah suara akan terdengar indah bila menyebut nama kita ? Aku tau kita semua ini narsis, dan kali ini dengan satu nilai istimewa, karena yang memanggil itu adalah kau.

Dalam balutan gaun putih kau bersama teman-temanmu yang lain terlihat seragam. Canggung, itu yang kutangkap pertama kali. Yah begitulah. Karena kita ini korban-korban Jejaring sosial dan kecanggihan teknologi yang menembus batas-batas privasi. Tapi telah menjual perasaan dan secara tidak langsung menumbuhkan jarak yang jauh walau raga kita telah sangat dekat. Selanjutnya kau hanya tersenyum, dan itu juga yang bisa kulakukan. Karena keakraban kita bukan lewat suara dalam medium udara melalui cerita dari mulut ke mulut, tetapi lewat ketikan papan keyboard qwerty komputer atau blackberry yang biasa kita pakai.

Aku memakluminya begitupun kau. Meski pun begitu, aku mohon padamu untuk tetap memperhatikan sekitarmu. Tengoklah orang di dekatmu. Tanyakan kabarnya bukan dalam basa-basi. Jenguklah si sakit dalam kesempatanmu. Berhentilah sejenak jika ada orang tertabrak di tengah jalan, ulurkan tanganmu kalau sampai. Senyumlah agar bumi ini ikut tersenyum, karena kutau dengan senyum mu rembulan bisa tenggelam. Waktu makan, ingatlah bukan kita saja yang ingin makan, kalau tak sempat berbagi makanan, berhematlah. Makanlah secukupnya.

Cintailah lelakimu bagaimanapun keadaanya, karena dia juga menerimamu dalam keadaanmu di tengah banyak pilihan lain seperti juga kau memilihnya.

Ketika Kau berjalan pulang, buka mata mu, banyak orang disekelilingmu, dengarkan dengan telingamu dan rasakan lewat hatimu, setiap udara yang berhembus membawa banyak pelajaran bagimu dan orang lain.

Aku tahu kau telah mengetahuinya, tapi tidak ada salahnya kan memulai kembali ^_^
*terinspirasi dari salah satu judul lagu favoritmu