Sabtu, 05 November 2011

Rahasia dan berbagi

Sebenarnya rahasia bersifat simpanan. Entah itu untuk diketahui pihak lain nantinya atau mungkin tidak sama sekali. Jadi saya lebih cenderung menyebut beberapa hal dibawah ini merupakan sesuatu yang mungkin belum sempat kau ketahui sebelumnya.

  • Tidak trauma, saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri seseorang mati tertembak langsung di kepalanya yang kemudian hancur tak berbentuk. Sekali lagi tepat di depan mataku hanya berjarak 15 meter. Masih terekam dengan baik dimemoriku, Waktu itu sore hari setelah ashar, kejadiannya hari kamis bertempat di depan toko roti sekitar taman mini kompleks perumahan kami. Saya bersama teman berjumlah 4 orang sedang menuju lapangan bola di kompleks brimob. Pelaku berambut gondrong berkemeja kotak-kotak berwarna abu-abu dan celana panjang jeans biru yang menggunakan pistol lalu kabur. Korban yang kemudian diketahui bernama abilio itu tewas seketika. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pertengahan bulan februari tahun 1999. Waktu itu gejolak keinginan pemisahan timor-timur dari republik indonesia sudah nampak. Darah berceceran dimana-mana, tapi saya sampai saat ini tidak trauma terhadap darah dan senjata, insya allah ^_^
  • Trauma, justru saya trauma pada anjing. Sewaktu SD dulu pernah seekor anjing berlari menerkam saya yang kebetulan melintas di depan rumah anjing tersebut. Secara refleks saya menghindar, tetapi terkaman kuku kakinya sempat melukai paha saya. Sejak saat itu saya selalu takut pada anjing sampai sekarang.
  • Menyukai karena seseorang, rata-rata saya tidak mempunyai kesenangan atau keinginan terhadap sesuatu yang berasal dari diri saya sendiri. Saya selalu suka sesuatu karena orang lain. Saya menyenangi buku dan dunia baca serta tulisnya karena kak yusran, dwi dan ema. Saya menyenangi musik jazz karena kak eca (anak administrasi 98). Saya menyukai grup SLANK dan musiknya karena seorang sahabat di bangku SMU yang juga mengajari saya bermain gitar. Namanya Gustin, dulu dia sangat ingin bertemu dan menyaksikan langsung konser SLANK. Sayang keinginannya tersebut tidak sempat terwujud karena dia telah dipanggil Yang Maha Kuasa di tahun 2004 silam. Ironisnya, saya sudah menyaksikan langsung konser SLANK, dan tadi malam adalah yang keempat kali, Damn !!
  • Saya pernah membawa kabur motor baru bapak saya yang masih berumur 4 hari bersama seorang teman demi mengunjungi pujaan hati sewaktu SMU pada hari lebaran. Rumahnya terletak di provinsi sulawesi utara. Jaraknya kira-kira satu hari perjalanan dari provinsi gorontalo. Sialnya, waktu itu kami belum terlalu lancar naik motor dan hanya membawa uang 50 ribu.
  • Sampai saat ini saya menyimpan rahasia milik orang lain. Tepatnya beberapa anak kosmik. Menariknya, rahasia tersebut sebenaranya sangat berkaitan satu sama lain diantara mereka. Tapi sampai sekarang mereka belum memberikan uang tutup mulut. Kalau dihitung-hitung lebih dari 5 orang. Hmmmm...nantilah saya akan menagihnya. Hahahahaha.....!!!

Jadi, kalau berbagi itu menenangkanmu, pasti menenangkanku juga ^_^




sumber gambar : http://info77.files.wordpress.com/2010/04/sharing.jpg

Kamis, 08 September 2011

Berandai untuk astrodjo ^_^

Mungkinkah kau setuju denganku, jika :
Cinta itu berbagi, bukan dominasi
Cinta itu sambung rasa, bukan wawancara
Cinta itu memiliki, bukan menguasai
Cinta itu kau, aku dan kita

Dan ini untuk Mas Tian dan Mbak Pipi :
"Cinta itu Kalian"
hihihih..Kamase na degh...^_^

(ini utk tulisan yg dilombakan pada blognya astrodjo)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Atinggola, dari sarang rangkong hingga sarang jin

Di suatu pagi buta beberapa waktu lalu, tepatnya selasa di hari ke 19 bulan juli lalu, saya dan segenap para pengabdi di daerah kabupaten gorontalo utara bertolak menuju sebuah lapangan di kecamatan paling ujung utara yang berbatasan dengan provinsi sulawesi utara. Sebelum pukul 8 pagi kami telah tiba disana untuk melakukan upacara bendera yang kali ini dirangkaikan dengan HUT koperasi RI ke 64.

Jalanan menuju tempat upacara itu berkelok-kelok dengan pemandangan laut yang cantik di salah satu sisinya. Dengan jarak 57 km dari tempat kos saya di kecamatan kwandang, maka diperlukan kurang lebih satu jam untuk sampai disana dengan kecepatan normal untuk sepeda motor (kebetulan saya bersama teman saya bernama erik naik motor).

Atinggola, demikian nama kecamatan tujuan kami pagi itu. Jika dari arah kwandang, kita akan melewati kecamatan gentuma raya yang merupakan pemekaran dari kecamatan atinggola itu sendiri yang sama-sama termasuk dalam wilayah kabupaten termuda di gorontalo.

Ini adalah pertama kali saya ke atinggola. Maka sehabis upacara, saya dan erik menjelajahi beberapa daerah di sekitar lapangan itu. Jika kau mengikuti jalan trans sulawesi menuju utara, maka tidak jauh dari lapangan utama tadi akan kau dapati tugu perbatasan antara provinsi gorontalo dengan provinsi induknya dahulu yakni sulawesi utara. Hawa sejuk khas pegunungan jauh dari polusi tetap terasa, apalagi ketika kami menuju ke arah timur melewati beberapa desa seperti Desa Pinontoyonga, Bintana hingga sampai pada ujung aspal Desa Sigaso (desa yang merupakan pemekaran dari desa bintana).

Di sigaso kami singgah di sebuah rumah yang merupakan tempat tinggal erik beberapa tahun lalu sewaktu Ia dan Bapaknya mengerjakan proyek irigasi di daerah itu. Di depan rumah tersebut mengalir sungai dengan airnya yang jernih dan tenang. Diatasnya ada jembatan yang menghubungkan dari jalan raya menuju rumah ini. Jika kau menyentuhkan kakimu dengan air sambil duduk diatas jembatan ini, dan membiarkan sesekali kakimu terbawa arus pelan sungai tersebut, hm....apalagi yang kurang ? Sangat tenang rasanya, tidak ada suara bising kendaraan lewat, hanya suara air dan sesekali kicauan burung di dahan-dahan pohon.



Sehabis puas menikmati tenangnya air di depan rumah tersebut, kami menuju sungai yang biasa menjadi tempat ritual mandi safar (sebuah ritual dalam masyarakat atinggola pada bulan safar di penanggalan hijriah tiap tahunnya untuk menghanyutkan bala dan sial di sungai dengan mandi secara bersama-sama) tidak jauh dari tempat itu. Sepanjang perjalanan menuju sungai ini terdapat banyak sekali pohon-pohon durian yang menjulang tinggi. Ketika memperhatikan keatas, tiba-tiba erik menunjuk ke salah satu pohon durian. Disana ada seekor burung besar berparuh kuning yang sedang asyik nongkrong di salah satu dahannya. Waaaa...!!! itulah burung rangkong. Salah satu burung favorit saya. Sebelumnya Saya sering melihat kepala burung rangkong dipajang di rumah-rumah penduduk sebagai hiasan, tapi kini akhirnya bisa melihatnya langsung dalam keadaan hidup di alam liar. Burung rangkong sangat mudah dikenali dari paruh kuningnya dan bentuknya yang unik serta suara kerasnya. Oh iya, rangkong juga tergolong burung yang setia pada pasangannya.


Ilustrasi burung rangkong (sumber gambar :http://beingindonesian.tumblr.com/post/1291646014/burung-rangkong-sulawesi-indonesia)


Matahari semakin meninggi, kami memutuskan untuk kembali ke kwandang. Karena Ibu kota kecamatan atinggola memiliki banyak perempatan, sehingga saya agak bingung ketika akan pulang. Namun Erik rupanya telah hapal jalan disitu, dengan memacu motornya melewati beberapa belokan, kami telah berada lagi di jalan trans sulawesi menuju kwandang. Ketika mencapai sebuah tikungan disebuah desa bernama kotajin, nampaklah sebuah bangunan seperti bongkahan batu raksasa dengan sebuah pohon beringin tumbuh diatasnya yang terletak begitu saja di tengah-tengah sawah. Kata erik, batu itu disebut dalam bahasa gorontalo "ota lo jin " (kotanya jin). Mungkin dari situlah nama Desa Kotajin tersebut diambil. Konon kabarnya, barang siapa yang memasuki bongkahan batu itu, tidak akan bisa keluar lagi. Tapi meskipun begitu, penduduk sekitar tetap menanam padi di sekitar batu itu dengan tenang.


(ota lo jin, batu di tengah sawah yang saya tunjuk)


Segala tempat memang menyimpan kisah masing-masing, kesemuanya tidak terlepas dari peran manusia yang menyampaikannya dengan interpretasi dan dasar pengetahuan yang berbeda.

Puasa hari keenam, bersama tanda



Pernah saat melihat langit (seperti dalam foto diatas), seorang teman bernama Khairul berujar, bahwa jika awan dengan pola seperti itu berarti nelayan sedang panen ikan di laut. Pendapat itu sebenarnya didengarnya dari para nelayan di tempat tinggalnya. Menurut saya, memang tidak ada hubungan antara berlimpahnya ikan dengan bentuk awan sedemikian rupa. Justru yang menarik adalah bagaimana masyarakat memaknai tanda-tanda alam seperti diatas yang bisa dikatakan kebetulan hadir ketika Ikan sedang banyak dipanen.

Setiap hal di dunia ini saling berkaitan. Satu hal menjadi mata rantai bagi hal lain yang tak terputus. Bagaimana kita membaca dan memahami itu semua insya allah bisa membawa manfaat bagi diri kita dan orang lain serta alam sekitar.

Tanda-tanda pun berlaku dalam cinta dan kasih. Suatu hari jika kita melihat sinyal cinta yang menghampiri, tak usah ragu untuk meraihnya. Karena cinta diciptakan untuk memberi kasih, mungkin itu berupa tatapan malu-malu dirinya kepadamu atau sifat cuek yang tiba-tiba ditunjukkannya jika kau memperhatikannya.

Jumat, 05 Agustus 2011

Puasa hari kelima, sedikit tentang Panglima kami

Salah satu pimpinanku ternyata lucu juga. Di balik wajahnya yang sangar dan garang, beliau menyimpan rasa humor tinggi dan tahu betul bagaimana menempatkan guyonan segar di sela-sela penyampaiannya baik formal maupun non formal dengan menggunakan bahasa di daerahku secara sederhana tapi padat isi.

Pernah beliau mengaku sendiri di hadapan hadirin bahwa memang tampangnya sudah sedemikian rupa diciptakan Tuhan, maka wajar jika orang yang baru pertama kali melihatnya akan merasa takut. Tetapi sebenarnya beliau mempunyai sifat penyayang selayaknya orang tua kepada anak-anaknya.

Tadi siang, saya sempat berhadapan langsung di ruang kerjanya, mendengarkan Ia berbincang dengan Pimpinan lainnya mengenai berbagai persoalan. Salah satu hal menarik adalah ketika Ia berpendapat tentang orang-orang yang belum dapat jodoh atau terlambat menikah bahkan tidak menikah sampai mati. Menurutnya, manusia diciptakan pasti berpasang-pasangan (sesuai dengan Ayat Al-qur'an yang sempat dikutipnya). Jika ada orang tidak menikah, berarti orang itu memang tidak berusaha, atau ia terlahir berbeda zaman dengan si jodoh yang sudah digariskan.

Entah apakah memang begitu, tapi menurutku setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Saya teringat seorang teman bernama yuyu pernah bilang : bahwa Tuhan akan mengabulkan apa-apa yang kita usahakan. Itu pasti.

O iya, jika kau mengenal Panglima para abdi negara di gorontalo utara, maka Beliaulah yang kumaksudkan.

Kamis, 04 Agustus 2011

Puasa hari keempat, Sedikit tentang berterus terang.

Kejujuran itu kebanyakan menyakitkan dan berat. Baik itu menyampaikannya atau menerimanya. Suatu hari mungkin kita berada pada posisi harus berterusterang akan sesuatu dimana dapat berpeluang lahirnya sakit hati di pihak lain.

Setiap tindakan harus bermuarakan tujuan. Termasuk berterus terang. Matangkan tujuan sehingga ketika bertemu dengan dalam keadaan ini, maka sakit hati dapat berkompromi.

Rabu, 03 Agustus 2011

Puasa hari ketiga, karena kita adalah semangat bagi sesama

Tidak setiap hari orang beroleh kesenangan yang sama. Terkadang ada juga keputus asaan yang terselip dalam menjalaninya. Jika hal itu pernah terjadi, maka tengoklah di sekitarmu. Ada banyak orang lain disana, yang saya yakin mempunyai semangat-semangat dan cara-cara untuk bisa bangkit dari keterpurukan yang ada.

Kita mungkin bisa sendiri untuk tertawa, tapi tidak untuk menangis. Karena kita tidak terlahir sendiri, dan menurutku semangat haruslah menular seperti panas dalam besi yang membara. Jadilah semangat bagi sekitarmu ^_^





sumber gambar : http://nutrisiqolbu.com/wp-content/uploads/2010/08/semangat.jpg


Selasa, 02 Agustus 2011

Puasa hari kedua, ada dewi yang datang ramadhan ini

Orang arab menyebut “kelahiran” sebagai : Hari pertama dimana kepala kita jatuh ke bumi. Saya tidak tahu harus menyebutnya apa, karena dia lahir bersamaan dengan hari kelahiran sang ibu yang juga sahabatku. Tepat hari ini, tanggal 2 Agustus.

Senang rasanya ibunya nanti bisa merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan si kecil di tahun-tahun mendatang. Hanya do’a selalu dipanjatkan untuknya dan untuk sang dewi yang baru mengisi bumi ini bersama segala hikmahnya. Selamat datang wahai sarasvati, entah ibumu akan memanggilmu apa nanti ^_^

Kuyakin Kau pasti akan mencintai Ibumu, seperti Ibumu mencintaimu (mirip-mirip lagunya freddie mercurie lah)




sumber-sumber :
http://indonesianis.com/musik/freddy-mercury-27s-club/
http://1.bp.blogspot.com/-wdAE5_bmQ1Q/TauggSxi2eI/AAAAAAAAABs/_1KCtSoRIxk/s1600/Stork_with_new-born_child.png

Senin, 01 Agustus 2011

Puasa hari pertama, Dan spesial itu pun ada padamu

Tanggal satu bulan agustus sebagaimana dijadwalkan dalam kalender merupakan hari pertama puasa ramadhan di tahun ini. Katamu satu agustus menjadi hari pertama juga ketika nafasmu berhembus di dunia puluhan tahun silam. Rupanya memang umurmu sudah bertambah lagi.

Ketika dini hari tadi orang islam bangun untuk makan sahur, kau pasti sudah memanjatkan doa untuk dirimu sendiri karena memang hanya sedikit orang mengetahuinya. Beruntung bagiku menjadi salah satu yang sedikit itu. Hm…dengan mengikuti kebiasaan yang ada, maka bolehkah kupanjatkan doa untukmu walau terlambat ? dengan sebait ucapan selamat ulang tahun jika kau tak keberatan ^_^


Sabtu, 23 Juli 2011

Mutasi datang lagi

Kalau ada kesedihan yang bercampur kegembiraan disampaikan melalui airmata, maka saya memilihnya dalam beberapa kalimat dibawah ini.

Bukankah perubahan senantiasa hadir di setiap waktu ?
Jadi ketika saatnya datang, kita sudah mempersiapkannya dengan matang. Baik itu kesiapan atas kehilangan akan pertemuan. Atau kehilangan yang lain ?
Jika suatu hari kita bertemu, maka pasti di lain hari kita akan pergi satu-satu.
Mungkin Chairil Anwar sudah menyadari bahwa nasib adalah kesunyian masing-masing
Tapi baru sekarang aku, kau, dia atau mereka menyadarinya
Entahlah,
tapi jika ada kerinduan-kerinduan menyusul di kemudian hari
tak apalah, itu manusiawi
karena kita diciptakan dengan lemah dan tak perlu menyembunyikannya
Yang jelas untuk kita semua,
Yang harus ada setiap hari adalah Semangat !!!!






Jumat, 08 Juli 2011

Angka dan masa lalu

Jika aku menyebut 19 Maret, apakah itu berarti bagimu ?
Atau tanggal, bulan dan angka serta nama tempat atau apa saja secara acak, pasti kau mempunyai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal dalam hidupmu.

Kita semua memiliki hubungan dengan setiap bilangan, satuan waktu atau lokasi. Kendatipun kadang penyakit lupa pernah singgah dalam diri kita, setidaknya ada bagian tertentu dari suatu peristiwa yang secara tak sengaja akan membawa kita ke kejadian masa lampau lainnya dan terpaut satu sama lain.

Membaca tanggal yang ada, (atau sebut saja almanak), sama dengan membuka kembali lembaran sejarah diri kita. Contoh paling gampang jika tanggal hari ini adalah sama dengan tanggal yang tertera dalam akte kelahiranmu. Kau bisa menyebutnya hari ulangtahun. Maka dengan sukacita teman-temanmu akan memberi ucapan selamat serta membawakan kue dan mempersilahkanmu meniup lilin diatasnya.

Kita sebagai warga negara indonesia pasti hapal almanak berikut ini :17 Agustus, 28 Oktober, 1 Januari, 25 Desember, dll. Berapa banyak dari kita yang lupa akan tanggal kelahiran sendiri ? Mengingat masa lalu berarti menghargai apa yang telah kita lakukan, memperbaiki kekeliruan dan merencanakan langkah selanjutnya.

Mungkin 3 juni, 14 februari atau 1 agustus dan tanggal-tanggal lain punya arti dalam hidup kita ?

Kalau kusebut angka 2221015, apakah mengingatkamu akan sesuatu ?



gambar diambil dari :
http://amdanata.files.wordpress.com/2008/09/angka.jpg

Sabtu, 02 Juli 2011

Di dekat nol kilometer limboto

Suatu hari jika kau sempat menginjakkan kaki di gorontalo, mungkin kau akan melewati limboto. Tak usah khawatir untuk menemukannya. Kalau kau telah menemukan sebuah bangunan besar yang mengangkangi perempatan jalan raya dengan berbagai macam penjual di keempat sisinya, entah itu penjual buah musiman atau penjaja koran harian maka disitulah kau sudah menemukan limboto.


Menara keagungan limboto

Jika kau ingin melihat menara eifel tetapi belum pernah ke paris, maka kau sudah berada di tempat yang tepat untuk melepaskan rindu menatap menara tersebut. Tak perlu gusar jika kau pernah mendengar dana pembangunan menara yang disebut menara keagungan itu masih berstatus hutang. Atau peristiwa orang bunuh diri dengan melompat memanfaatkan ketinggian menara ini.

Disamping kiri menara ini (jika dari arah kota gorontalo) terdapat sebuah masjid agung baiturrahman, dengan arsitektur bergaya timur-tengah (Saya tidak mengerti kenapa rata-rata masjid besar harus bermodel arab, padahal tidak ada salahnya jika dibangun dengan corak tradisional untuk lebih mengangkat kekhasan budaya lokal). Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi, tapi saya malas menghitungnya.


Masjid Baiturrahman Limboto

Sementara sebelah kanan menara ini (jika melihatnya masih dari arah kota gorontalo), ada taman-taman dengan berbagai macam kuliner. Sangat menyenangkan duduk-duduk menikmati sajian cemilan atau makanan berat pada sore hari disini (apalagi kalau ditraktir) sambil menatap kendaraan yang lalu-lalang atau mengira-ngira menghitung berapa ketinggian menara keagungan walaupun sudah ada ketinggian resmi yang dikeluarkan Pemda setempat.


Taman Limboto


Menurut legenda rakyat gorontalo, Limboto berasal dari bahasa gorontalo "limu o tutu", yang artinya "buah jeruk dari kayangan". Saya tidak bisa memastikannya, tapi saya yakin jika kau berkesempatan mencoba rasa buah jeruk dari kayangan, kau akan meminta tambah. Sama seperti jika kau berencana ke gorontalo dan singgah di limboto.

Hm.... maka berbahagialah kau yang sempat tinggal di limboto. ^_^
adakah kau disana ?


sumber gambar :
http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2009/07/menara-keagungan-dilihat-dari-lokasi-taman-kota-limboto.jpg
http://farm5.static.flickr.com/4089/4995072554_3af42a45b3.jpg
http://static.gowalla.com/photos/1730892_high_res_320x480.jpg


sumber lain :
http://hulondhalo.com/legenda-bulalo-lo-limutu-danau-limboto/

Rabu, 29 Juni 2011

Selamat datang untukmu

Dimanakah kau pertama kali melihat namamu muncul di koran ?
Hm...saya ingat saat itu tepat sepuluh tahun lalu dari sekarang. Sewaktu pengumuman kelulusan UMPTN (sekarang namanya SNMPTN) yang menetapkan bahwa status kita terdaftar menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di negeri ini.

Malam yang telah larut bersamaan dengan peringatan isra' mi'raj tahun ini kembali menjadi saksi bagi ribuan orang dalam penantian pengumuman serupa di layar monitor komputer yang terhubung dengan internet. Ya, seiring dengan perkembangan teknologi, hasil pengumuman tes masuk universitas tersebut sudah bisa dilihat langsung tanpa perlu berebutan mencari koran di siang hari.

Kuliah memang telah menjadi standar kehidupan zaman sekarang. Entah apa namanya nanti beberapa puluh tahun akan datang. Yang jelas fase ini merupakan fase penting untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan nanti.

Salah satu hal yang ikut dalam kehidupan kita tetapi kadang kita lupa merasakannya adalah waktu. Tak terasa memang jika kita menyadarinya. Maka, jika kau diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa kuliah bersama universitas-universitas pilihanmu, nikmatilah selagi bisa.

Untukmu, kuucapkan selamat datang dalam dunia yang tak akan kau bayangkan sebelumnya



gambar diambil dari : http://1.bp.blogspot.com/_NyxjbS4TWGo/TPnILCXysiI/AAAAAAAAAAs/7mYyajP_LDM/s1600/Jazz-Goes-To-Campus.jpg


Rabu, 22 Juni 2011

Hanya sebuah prosa tentang rasa

Padahal dinding dan tembok bangunan itu biasa saja. Di cat dengan warna putih menyerupai kuning. Bersama lantainya yang lebih tinggi daripada daratan disekitarnya. Sehingga harus dibuatkan tangga untuk dapat mencapai tempat ini sebagai naungan mencari nafkah bagi orang-orang didalamnya.

Padahal Tanggal kalender yang tergantung di lemari itu biasa saja. Hanya ada dua warna, hitam dan merah. Dimana kebanyakan orang mengharapkan lebih banyak merahnya dalam sebulan.

Padahal jarak antara 2 ruangan itu sekitar 15 meter, diantaranya ada beranda dengan satu baris kursi tunggu terbuat dari logam untuk para tamu yang menunggu untuk menghadap kepada pimpinan tertinggi dengan urusan masing-masing.

Padahal Lapangan upacara itu juga biasa saja. Rumput dan belalang atau cacing didalamnya tidak akan mengeluh jika terinjak oleh manusia yang harus berdiri di tengah terik matahari pada saat apel pagi hari senin atau tanggal 17 setiap bulannya.

Tapi entah kenapa angin dibulan juni ini bertiup sedemikian rupa sehingga dinding itu menjadi tak bosan dipandang setiap hari, tanggal merah pun selalu diharapkan menjadi hitam semua setiap bulannya, dan jarak sekitar 10 meter itu serasa lebih dekat saja, sementara berdiri lebih lama di lapangan itu menjadi tidak masalah lagi.


sumber gambar : http://pelitaminyaktanah.files.wordpress.com/2009/04/bimbang1.jpg?w=300&h=294


Senin, 13 Juni 2011

Kalau cinta pernah singgah

Ada masa yang menjadi kesempatan, seperti angin yang berhembus di sela-sela perbukitan ketika musimnya tiba, dimana saat itulah anak-anak mulai menerbangkan layangannya menggunakan sebanyak-banyaknya angin tersebut sebelum angin itu pergi lagi.

Sebut saja kesempatan itu ada di masa lalu, dan mungkin masa kini. Ah, saya tak ingin muluk-muluk menyebutnya “kesempatan”, saya lebih suka menyebutnya “saat yang harus digunakan sebaik-baiknya”. Mungkin kau akan menyadarinya setelah masa itu berlalu dan kini kau menjadikannya pelajaran.

Banyak hal pernah hinggap di kehidupan kita. Tak terkecuali cinta. Dimana kita tidak mampu berkompromi ketika ia datang. Dengan segala kisahnya menguras perhatian kita. Dengan semua pesonanya membawamu dalam suatu rentan waktu yang menjadi episode tersendiri dalam masing-masing hidup kita.

Jika suatu hari ketika kau melihat "saat yang harus digunakan sebaik-baiknya" itu datang, maka semua keputusan ada padamu. Menggenggamnya atau melepaskannya. Merengkuhnya dengan sekuat tenagamu atau mendiamkannya dan membiarkannya pergi dalam tanda tanya.

*Untuk sahabatku ical dan ime, kalau cinta itu berwujud kupu-kupu, saya yakin ia sangat senang pernah menghinggapi kalian. Saya juga yakin jika suatu hari nanti ia tidak akan keberatan untuk singgah lagi.




sumber foto : http://bilikml.files.wordpress.com/2011/06/i_love_you__i_love_you_not____by_ohbradley.jpg

Jumat, 10 Juni 2011

Sedikit tentang "kerelaan"

Jika ingin berkenalan dengan rasa "Rela".
Coba-cobalah melepas burung merpati langsung dari tanganmu.

Beberapa waktu lalu, Pimpinan di tempatku menyarankan untuk memelihara burung merpati di kawasan masing-masing. Kupikir tak ada salahnya memelihara merpati. Selain untuk menambah kesemarakan tempatmu yang mungkin sedikit sepi, juga baik untuk menyegarkan pagimu dengan riuh rendah suara kepakan sayapnya saat mentari baru mulai bersinar.

Merpati termasuk binatang yang tergolong cepat jinak. Mereka bisa mengetahui kapan dan dimana harus pulang ke kandang yang telah disediakan dalam waktu singkat. Jika kau ingin berakrab-akrab dengan mereka, tunggu saja saat mereka lapar, kemudian berikan makanan langsung dari tanganmu. Dalam sekejap kau akan menjadi teman mereka.

Banyak hal dalam hidup ini bisa diperoleh dengan cepat dalam waktu sangat singkat, tetapi tentu melalui strategi yang tepat pula. Mungkin kau sudah merasa memiliki sesuatu dengan sebuah komitmen didalamnya. Tetapi beberapa hal seperti : masa depan, perubahan dan takdir adalah misteri. Sekuat apapun kita berupaya menggenggam milik kita, jika suatu hari nanti akan bergerak meninggalkan kita, maka yang bisa kita lakukan adalah bersiap.

Seperti sesiap kita melepas burung merpati itu dengan tersenyum dan memanjatkan harapan agar merpati-merpati itu akan bahagia bersama udara yang mengalir diantara sayapnya dan mengantarkannya ke angkasa.


Untuk Sahabatku Jun : Aneh memang, disaat kau mulai menapaki puncak karirmu, mengapa "melepaskan" harus menjadi pelangi yang menghiasi langit kehidupanmu beberapa waktu ini ?




Sumber gambar :
http://ulfahnurfaidah18.blogspot.com/2010/11/kisah-merpati.html

Jumat, 03 Juni 2011

Gradasi

Perhatikan warna pelangi selepas hujan. Setiap warna utama yang berimpitan selalu diselingi dengan warna gradasi. Di tempat lain kau mengenalnya dengan istilah antara, spasi atau jarak. Boleh juga kau sebut peralihan. Pada musik orang mengenalnya fade out atau fade in. Tidaklah berlebihan jika kutambahkan fase metamorfosis. Sementara di lingkungan yang baru kau merasakannya lewat adaptasi.

Ya, setiap peralihan membutuhkan penyesuaian. Dimana hal diluar dirimu tak selalu sama dengan keinginan dirimu. Kata salah satu pimpinanku (Pak Asisten 2) : jika kita tidak bisa merubah orang, maka rubahlah diri kita menyesuaikan dengan keinginan orang lain. Disitu ada proses mengalah, tapi tanpa meninggalkan jati diri kita.

Penyesuaian membutuhkan kesabaran. Tidak seperti meyerupai, yang seketika bisa berubah secara drastis seperti bunglon bersembunyi dengan cara kamuflase disaat terancam. Waktu penyesuaian otomatis relatif lebih panjang. Dimana selama itu kita bisa belajar memahami diri orang lain dan keadaan sekitar.

Di dalam penyesuaian terdapat kompromi, kita bisa memutuskan untuk meneruskan melanjutkan perjalanan dengan jalan lurus di depan kita atau berbelok ke arah lain dengan tujuan yang sama, tetapi bukan untuk kembali dan berbalik arah.






sumber gambar :
http://static.photo.net/attachments/bboard/00L/00L4bY-36432284.jpg






Sabtu, 28 Mei 2011

Tentang penantian

Seorang teman pernah bilang : "Yang paling sulit adalah ketika berusaha untuk tidak peduli pada orang yang kita kasihi." Sepenuhnya saya menyerahkan hal tersebut padanya, justru hal aneh yang terjadi kemudian adalah di saat Ia memutuskan untuk betul-betul tidak peduli dengan jalan membohongi dirinya sendiri, padahal rasa sayang kepada orang yang dia sayangi masih terus ada pada dirinya.

Apakah kau pernah merasakan hal yang sama ? Mencoba melupakan orang yang kau sayangi dengan berusahan tidak mempedulikan lagi dirinya. Atau kau punya cara lain ? aku tak tahu.

Dalam pandanganku secara subyektif, yang tersulit dari sebuah kasih sayang adalah penantian. Tetapi justru disinilah ujian atau cobaan bagi kita untuk meniti jalan dalam membentuk sebuah tali kasih. Bukankah cinta selalu berteman dengan sabar ?



sumber gambar :
http://sms-kasih.blogspot.com/2011/02/membentuk-kasih-pengharapan-dan-iman.html

Jumat, 27 Mei 2011

Dan mutasi pun memisahkan kita

Kamis kemarin, salah seorang pimpinan kami berganti jabatan. Kalau kata surat kabar yang terbit di daerahku : "Gerbong mutasi telah bergerak". Membuat beberapa kalangan terhenyak sejenak tak mengira akan secepat itu mutasi ini akan terjadi. Beberapa bulan di areal pemerintahan membuatku mulai mengenal situasi dan kondisi tentang birokrasi dimana semasa mahasiswa dulu kami rela berpanas-panas ria di jalan-jalan protokol untuk memprotes betapa bobroknya badan yang menjalankan pemerintahan ini. (Lucu kadang kurasa, karena kini aku berada di dalamnya)

Kadang kita sadari hidup tak hanya berjalan linear. Sering juga ia bergerak tak beraturan dan tak sesuai dengan keinginan dan rencana kita. Nah, menurut beberapa ahli, keadaan demikian kita sebut "masalah". Jika dalam hidup kita selalu mengharapkan untuk tetap berada pada jalur kehidupan yang menyenangkan dan menenangkan, maka bersiaplah untuk kecewa. Karena yakinlah, tidak semua hal disekitarmu senang akan dirimu. Berbagai usaha akan dilakukan untuk menjauhkanmu dari posisi "aman" tersebut.

Hidup juga seperti jabatan. Dimana masing-masing jabatan ada orang tertentu yang memegangnya. Kita lah yang memegang jabatan untuk hidup sebagai manusia (jika kau hewan tentu kau tak bisa membaca ini). Dalam sebuah jabatan, terdapat sebuah fase mutasi yang kusebut diatas tadi. Kerelaan pun menjadi kunci utama ketika fase mutasi tersebut tiba.

Bukankah Hidup ini adalah kumpulan mutasi-mutasi, yang membentuk dan merubah kita hingga kita seperti sekarang ini ? menjadikanmu lebih berarti sampai akhirnya mutasi terakhir datang nanti dan membuatmu akan dikenang sebagai nama tetapi berwujud pada batu nisan.





sumber gambar :
http://3.bp.blogspot.com/_lEkSG178cYA/TQeV0PBXyOI/AAAAAAAAABk/azOcN3e0B9I/s1600/berubah.jpg

Selasa, 17 Mei 2011

Seperti laut hari ini

Anggap saja kita pernah bertemu di suatu kesempatan dan menjalaninya dengan cara masing-masing. Kemudian di lain hari kita diberi kesempatan berikut untuk memperbaiki atau menambah serta menambal segala kekurangan yang ada. Disadari atau tidak hal tersebut menimpa semua orang di termasuk kita (aku, kau dia dan yang lainnya boleh memasukkan nama masing-masing).

Salah satu yang menyatukan kita hari ini adalah kenangan. Wujudnya berupa tawamu atau gerutumu hari ini. Bisa juga lewat rahasia-rahasia kecil yang mungkin tak mau kau bagi, ah itu wajar saja. Bukankah hidup ini adalah kepingan kecil rahasia-rahasia yang berwujud pada cerita dan rekaman peristiwa tentangmu, tentangku, tentang dia dan tentang mereka ? Dimana kita semua adalah pelaku sekaligus penentu menarik atau tidaknya cerita itu. Tidak masalah garing atau menyenangkan, selalu dan pasti berbekas dalam kepala dan hati kita.

Laut di Botutonuo yang tak bosan memandangi kita seharian ini seakan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai kenangan secara sambung-menyambung. Yah.. kadang ada juga misteri masa lalu tak pelak membuat kita menghitung untung rugi perbuatan kita.

Tapi biarlah kenangan itu mengalir tenang seperti laut hari ini, dimana jika pernah ada dendam, ataupun benci, biarlah terbawa dan hilang dalam pusaran kehidupan masa lalu, kini dan akan datang.




Sumber :
http://gorontalotourismdestination.blogspot.com/p/tourism-object.html


*Dari Botutonuo atau dimana saja kenangan itu ada, termasuk hatimu ^_^

Sabtu, 14 Mei 2011

Sendiri di Usia 30

Sebagian orang atau sebut saja kebanyakan orang menganggap hidup yang sempurna adalah ketika kita telah melewati jenjang pernikahan dan memiliki anak, keturunan atau apalah namanya.

Keadaan demikian seakan telah menjadi standar kelayakan sebagai seorang manusia paripurna. Dimana jika kau belum menempuh hal tersebut, maka keberadaanmu tidak akan terlalu dianggap.

Kejam ? tidak juga, memang begitulah keadaan yang ada, sebab setiap pendapat dengan persetujuan banyak orang telah menjadi hukum tak tertulis sebagai kewajiban bagi setiap orang dalam radius lingkungan tersebut untuk menjalankannya. Menurutku faktor gengsi dan nama besar keluarga juga turut mendukung hal tersebut. Manalagi penelitian-penelitian dunia barat sana turut memberi andil terhadap pembenaran pandangan itu. Dimulai dari Usia berapa kita disarankan untuk segera menikah, dengan alasan ketika menginjak usia tertentu, maka akan sulit bagi mereka yang berjenis kelamin perempuan untuk hamil dan melahirkan keturunan. Maka dibuatlah rentan waktu usia-usia ideal untuk melangsungkan pernikahan, dalam hal ini sering menjadi momok adalah usia tiga puluh tahun.


Saya tidak menyalahkan penelitian-penelitian itu, hanya saja bolehlah kita menengok sejenak kepada mereka yang dengan alasan tertentu belum bisa atau sebut saja belum mau menjalani hidup dengan pasangan. Di tempatku saat ini telah kutemui sebagian dari mereka yang masih memilih belum menikah bahkan hingga usianya melewati angka 30 hingga hampir 40 tahun. Karena menikah merupakan peristiwa yang tak sembarangan terjadi dalam hidup. Setiap orang kuyakin berharap menikah sekali selama hidupnya. Kecuali di kemudian hari ada hal-hal tertentu sebagai takdir mereka berpisah atau menambah daftar pasangan.

Menurutku menjalani hidup ibarat meniti sebuah jalan kecil nan panjang yang hanya bisa dilalui satu orang. Dengan memilih sebuah pernikahan berarti memasukkan orang lain di jalan kecil itu. Kita bisa menentukan, apakah orang lain tersebut akan bertindak sebagai pemandu jalan ataukah penghalang jalan. Karena baik Laki-laki maupun perempuan masing-masing mempunyai peluang yang sama untuk membuat perjalanan meniti jalan kecil tersebut menjadi menyenangkan, membosankan bahkan menegangkan.

Jikalau kita masih memutuskan untuk menunggu lebih lama kedatangan calon yang tepat sebagai teman hidup nanti, kenapa tidak ?





sumber-sumber :
http://amoreshamonangan.files.wordpress.com/2010/09/alone1.jpg
http://tieadja-sariel.blogspot.com/2010/05/pedoman-wanita-single.html
http://midnightinjakarta.blogspot.com/2010/10/when-youre-single.html

Koprol, antara ketulusan dan menjilat

Kalau kau pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa dimana bumi dipijak, disitu langit harus dijunjung, maka seyogyanya kita bisa mulai menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Setiap tempat mempunyai adat dan kebiasaan yang berbeda, begitu pula dengan istilah. Kebetulan kepopuleran juga mempengaruhi keberadaan adat, kebiasaan bahkan istilah tersebut.

Beberapa waktu belakangan ini, jika kau menonton televisi dengan sosok briptu norman yang sering muncul di layar kaca, maka di gorontalo, kampung halaman anggota brimob tersebut, sebuah istilah menarik juga muncul. Orang gorontalo menyebutnya "Koprol". Koprol disini bukanlah salah satu gerakan dalam pelajaran olahraga yang kita dapat di sekolah. Koprol yang kumaksud juga bukan salah satu alamat situs jejaring sosial buatan orang indonesia yang telah diakuisisi oleh perusahaan besar penyedia email yahoo.com tahun lalu. Koprol kali ini merupakan sebuah istilah yang disematkan kepada seseorang yang melakukan sesuatu dengan tujuan diperhatikan, sehingga orang yang memperhatikan tersebut memberikan imbalan atau setidaknya merasa tersanjung atas perbuatan orang yang berkoprol tadi. Kalau diperhatikan, koprol lebih menjurus kepada istilah bahasa indonesia : menjilat (ini menurutku saja). Tetapi sekali lagi, istilah ini hanya berlaku di daratan gorontalo. Entah untuk daerah lain mempunyai istilah berbeda untuk keadaan serupa saya tidak tahu.

Menurut beberapa orang yang kutemui, istilah koprol muncul sejak pertengahan tahun 2008, penggunaan istilah ini dipopulerkan atau tepatnya terpopulerkan secara tidak sengaja dan mengalir begitu saja dikalangan masyarakat Gorontalo.

Jjika hari ini kau pernah berpapasan dan mendengar kata "koprol" yang mungkin ditujukan kepadamu, maka hati-hatilah, bisa jadi itu merupakan cibiran sekaligus sindiran bagimu tentang apa yang telah kau kerjakaan atau katakan, padahal mungkin tidak ada maksud dari dirimu untuk mengharapkan imbalan atau jasa.

Ah, entah mungkin benar atau tidak, tapi sepertinya susah untuk berbuat di tengah-tengah keadaan yang tidak memungkinkan. Jika berniat, maka niatkanlah dengan tulus sampai pada tahap perbuatan.





sumber-sumber :
- survei kecil-kecilan
- http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/05/25/brk,20100525-250358,id.html
- http://bayu.blitar.org/wp-content/uploads/2010/08/Koprol.jpg

Minggu, 08 Mei 2011

Dari Hubulo, Tentang Sebuah Pertemuan

Siang ini seakan sama seperti siang di beberapa tahun silam. Di tempat yang sempat menjadi persinggahan dan penggalan hidup aku atau kau dalam beberapa rentetan waktu. Tidak lama memang, tapi kuyakin kau selalu mengingatnya. Kita menyebutnya "Hubulo" karena orang-orang sebelum kita juga menyebutnya demikian. Tempat ini pernah menjadi rumah bagi kita (semoga kau tetap setuju denganku ^_^)

Mungkin penggalan waktu yang kulewatkan didalamnya berbeda denganmu, serpihan kisah yang terajut bersamanya bisa jadi tak sama antara kau, dia atau mereka. Setiap kita dengan bekal otak dan hati selalu membentuk semua hal di alam sekitar menjadi kepingan kecil tak terhitung banyaknya dan tersimpan dalam ingatan yang kalau boleh kusebut kenangan.

Hari ini kenangan itu kembali terbuka. Entah itu aku, kau atau dia dan lainnya memulai darimana. Semuanya tumpah ruah begitu saja dalam bentuk cerita yang mungkin kau malu-malu mengungkapkannya, lewat kisah kenakalan-kenakalan kecil atau tentang dendam lama tapi tak bertahan lama, ada juga beberapa cinta diantara sesama teman kita yang mengalami suratan tak sampai. , tapi tak apalah. Toh kita tetap tertawa.

Aku tertegun semalam ketika membaca penggalan kalimat dalam undangan pertemuan ini : "Sadarkah teman teman..ditengah kesuksesan teman teman sekaranga mungkin terselip kejujuran yang pernah didapatkan dari hubulo...atau jiwa mandiri yang pernah kita pungut dari selokan selokan pesantren." Ya, kadang-kadang kita tidak menyadari 2 hal kecil tadi di masa kini yang menjadi penopang keseharian kita dan bersifat sangat mendasar serta mempunyai manfaat besar bagi pribadi kita saat ini.

Semoga kita masih bisa merasakan hal-hal demikian dan terus memupuknya menjadi semangat-semangat baru tanpa melupakan segala yang kita tinggalkan.
Memang tidak ada hal lain yang tak pernah letih berjalan selain waktu.
Mungkin sudah saatnya kita tidak disana, tapi setidaknya kau selalu bangga untuk berkata "saya pernah di Hubulo"






sumber gambar : http://pphubulo.sch.id/data/gallery/2010_06_06_01_28_52_IMG_0995%20%5B320x200%5D.JPG


Sabtu, 30 April 2011

Jika kau bertanya tentang "cinta"

Suatu hari seorang teman ingin memberikan ucapan kepada calon kekasihnya tentang cinta. Dia sempat bertanya-tanya sendiri : "bagaimana kata-kata cinta yang indah itu ya ?" Sambil berpaling padaku, mukanya sedikit berharap titik terang.

Aku bingung, karena menurutku segala hal tentang cinta bukanlah pendapat, yang harus disetujui oleh juri tertentu dengan memberikan skala sempurna berupa nilai 100 atau 10. Cinta juga tak hanya berupa kata-kata indah yang membius hingga membawa lawan jenismu tidur seranjang denganmu. Tapi, kalaupun ada yang menafsirkan seperti itu silahkan saja, karena aku juga tak bisa menyalahkan.

Segala Hal tentang cinta menurutku hanya bisa dirasakan olehmu dan dirinya, kalian atau mereka diluar sana, entah itu berwujud pada pertalian atau ikatan, mungkin juga pada ketetapan yang kau sebut "kesetiaan". Seperti ketetapan sinar matahari yang terus menghangatkan kelopak bunga pada pagi hingga sore hari, dan berganti kesejukan angin malam dalam terpaan rembulan, atau kepatuhan seekor kuda pada campuk yang diayunkan sang kusir bendi. Kalau boleh kau juga bisa melihatnya pada burung merpati yang selalu pulang pada rumah-rumah mereka setelah terbang jauh. Tengok juga pada ketekunan cleaning service yang beraksi pada sore hari ketika orang-orang telah pulang dan tak sempat menengok kerja mereka hingga lantai pijakan tempatmu bekerja selalu tampak mengkilat.

Jika kau masih bertanya tentang cinta
Kau dan dia yang tahu
Rasakan saja...



sumber gambar (dengan perubahan seperlunya) :
http://online-musicstore.up.seesaa.net/image/WhatA1C7s20Love.jpg


Jumat, 15 April 2011

Saat Pertama

Membayangkan masa lalu, kadang merupakan hal yang membosankan. Sama seperti menerawang kepada masa depan diri kita masing masing, Tetapi pernahkah kita mengingat kembali tentang sesuatu ketika pertama kali kita menjalaninya ? Apakah tersimpan baik dalam memori mu ?

Sewaktu pertama naik sepeda roda dua tanpa dipegang ayah dan ibu ? Atau ketika kau mulai memberanikan diri menumpang di kendaraan umum dan membayar sendiri ? Atau saat menerima raport tanpa orang tua mu ? Mungkin juga waktu kau tak sengaja bertabrakan di kamar mandi kantor dengan pacarmu pertama kali ? Atau hal-hal lain yang dilakukan pertama kali, masihkah kau mengingatnya ?

Mungkin saat-saat tersebut tak pernah kita bayangkan akan berkelanjutan dan menghasilkan perubahan besar dalam diri kita. Sebuah belokan kecil dalam hidup akan merubah seluruh perjalanan kehidupan yang telah kita susun. Semakin jauh kita melangkah, semoga kita tidak lupa pada tempat dimana kita berpijak pertama kali, entah kita suka atau tidak, yang jelas aku tetap setuju pada perkataan benjamin button : "Selalu ada saat pertama bagi setiap hal...." (diambil dari Film The Curious Case of Benjamin Button)

Bagaimana denganmu ...? ^_^



Jumat, 08 April 2011

Tentang kabar dan jarak



Kalau kau sedang jauh
Tak perlu kau khawatir adanya jarak
Karena jarak hanya diciptakan
Bukan tercipta dengan sendirinya
Kita lah yang menentukan itu bisa terjadi
Dalam hati yang kusebut memori
Segala yang terjadi tersimpan disitu
Tetapi kembali pada kita, apakah mau menyimpannya atau membuangnya
Ku yakin kau sama denganku
Aku rindu padamu
Semoga disitu kita bertemu

Sabtu, 26 Maret 2011

Merindukan dan menghadirkan

Kadang ternyata merindukan itu seperti menghadirkan. Ketika kita sedang merindukan sesuatu, maka seluruh kekuatan yang ada di dalam diri kita otomatis tercurahkan dalam usaha mewujudkan objek kerinduan kita menjadi sesuatu yang dapat kita sentuh melalui perasaan haru, sedih dan bahagia dalam sebuah bingkai kenangan. Saya tak tahu jika kalian pernah merasakan hal serupa, tapi kuyakin setidaknya perwujudannya tidak jauh beda lah, tergantung pengalaman masing-masing.

Menurutku rasa rindu tercipta dari perpisahan. Sementara perpisahan selalu berpasangan dengan perjumpaan. Suka atau tidak, yang jelas dua hal tadi adalah sebuah kesatuan. Setiap kita yang pernah bertemu pasti akan berpisah, hanya menunggu soal waktu saja. Jadi, saat-saat yang sangat penting dan berarti dalam hidup ini adalah bukan jatuh pada waktu kita akan saling melambaikan tangan sampai kita tak pertemu lagi, tetapi selagi kita masih sempat bertatap muka dan berpegang tangan sehari-hari, dimana kita masih direpotkan atau merepotkan orang-orang disekitar kita. Selama kita atau mereka semua masih dalam daftar orang yang akan ditemui pada menit-menit kedepan atau satu-dua jam mendatang. Tak perlu menunggu esok hari atau minggu depan untuk saling melepas rindu jika kita merasa punya kuasa untuk mewujudkan pertemuan-pertemuan dalam waktu yang lebih dekat.

Selama kita masih sempat... mari menyempatkan...mari melepas rindu...

Kepada mereka yang saling merindukan....




Sabtu, 19 Februari 2011

Jika sahabatmu seorang pahlawan

Apa yang kau lakukan jika salah seorang disekitarmu atau setidaknya pernah kau kenal telah menjadi pahlawan ?

Entah berbangga, sedih atau harus bagaimana yang jelas ketika kabar kematian sofyan beberapa hari lalu kuterima dari Patang, satu-satunya yang terbayang adalah ketika pertama kali kami bertemu dengan Pian (panggilan akrab sofyan) di tahun 2001 silam pada masa ospek terutama ketika seluruh punggungngya merah-merah karena alergi dengan rumput lapangan belakang FISIP tempat dimana kami merayap.

Sofyan, dia temanku yang menjadi Dosen di Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), beberapa waktu lalu ia tertembak peluru tajam dalam sengketa perebutan tanah pada bulan januari 2011 lalu. Sebulan ia berjuang dalam balutan infus di rumah sakit hingga Tuhan memanggilnya pada 14 februari, ribuan orang mengantarkan jenazahnya dan dieluk-elukkan sebagai pahlawan Unasman.

Setiap tragedi yang memakan nyawa sudah selayaknya menjadi pelajaran bagi para penguasa agar tidak mengambil keputusan sepihak apalagi harus mengorbankan orang tak bersalah.

Jika ada harapan yang dipanjatkan untuk sofyan, maka tentu itu adalah pengharapan damai dalam kepergiannya.




Sofyan yang berdiri ditengah-tengah (menggunakan jam tangan, berkemeja, tanpa kupluk)
Foto diambil sewaktu acara FIGUR 2002, waku itu Sofyan yang menjadi ketua panitianya

Sabtu, 12 Februari 2011

Sugesti

Suatu pagi salah seorang teman kami bernama rahman sedang sarapan dengan makan nasi kuning di tempat kami mengadu nasib saat ini. Dengan sedikit bersungut-sungut menahan pedisnya sambal dan lauk yang dimakannya, ia berujar bahwa jika belum makan nasi putih maka ia tidak akan kenyang walaupun sepiring nasi kuning yang sebentar lagi habis dilahapnya. Kemudian yunus, salah seorang teman kami yang lain menimpali. Menurutnya, itu hanya sugesti. Karena kita di indonesia sudah terbiasa mengikuti aturan makan yang tak tertulis dimana sebagai syarat untuk kenyang, diperlukan nasi putih sebagai menu utama.

Saya jadi teringat pada salah satu sequel film Harry Potter : Pangeran berdarah campuran, terdapat pula adegan dimana Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor. Pada sisi ini, harry juga melakukan sebuah sugesti yang besar kepada Ron.

Kehidupan di sekitar kita sering memberikan sugesti yang kadang-kadang tak kita sadari, dengan tidak disadarinya keadaan seperti ini, sering pula kita melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa menjadi penting demi menunjang pencapaian-pencapaian kita. Maka untuk itu kita bisa mulai dengan menciptakan sugesti terhadap target hidup masing-masing.



Sumber-sumber :
http://1.bp.blogspot.com/_FtoG3i98AJw/TDqv8Dkc8qI/AAAAAAAAAQw/0SgdhxvdpTw/s320/suggestion-bloghery.info.jpg

http://bleachgambarcom-bleach.blogspot.com/2010/03/sinopsis-harry-potter-6.html