Rabu, 08 September 2010

Rabu, Puasa hari ke-29 : Ibu naga santy datang....

Hujan yang turun sejak siang tadi tidak berhenti hingga sore ini. Meski curahnya tidak sederas kemarin, tetap saja akan sedikit basah jika kita memutuskan untuk keluar rumah. Tapi bagi santy yang sore ini sudah niat dan semangat 45 nya dia tetap nekat ke tamalanrea dari malengkeri menumpang pete-pete. Saya yakin pasti di depan kantor gubernur akan banjir seperti kemarin waktu saya lewat disana sepulang mencetak foto.

Dalam rintik hujan kulihat santy duduk-duduk di balai kecil milik pak kuasang di pintu masuk jalan politeknik atau pintu nol. Walau dengan tubuhnya yang begitu subur, santy tetap berusaha lari menuju kearahku dan kemudian bersama kami melangkah ke warnet obelisk milik Ilo.

Santy masih tampak seperti dulu. Periang dan lebar. Santy suka bercerita tentang apa saja dan menanggapi apa saja. Santy telah meninggalkan makassar kurang lebih 2 tahun ini untuk mengadu nasib di jakarta terhitung sejak akhir tahun 2008. Dia bercerita beberapa pengalamannya di tanah jawa dan berapa kali ganti pekerjaan sampai akhirnya menetap di perusahaan HP (Hewlet packard) saat ini menangani order komputer merek HP untuk kelas korporat besar.

Ketika pertama kali tiba kembali di makassar, dia ingin sekali makan coto makassar dan pisang ijo. Katanya di jakarta sangat mahal harganya. "bayangkan pisang ijo sebesar telunjuk harganya Rp. 14 ribu dan satu mangkuk coto Rp. 40 ribu. Mau naik haji kayaknya yang jual itu" kata santy ketus.

Di jakarta menurut santy sangat ketat persaingan hidup. Sangat keras malah. "Bis angkutan umum harus dikejar pi baru bisa naik ki" kata santy mengenang. Yang jelas sore ini kita akan makan pisang ijo, walaupun dengan pasangan tahu isi.




Sumber gambar :
http://3.bp.blogspot.com/_MfhZINqe2EA/SfMGtiQb3MI/AAAAAAAAAVg/8XvJq1nhxmI/s320/pisang+ijo.JPG
http://ummurifqi.files.wordpress.com/2008/10/tahu-isi.jpg



Tidak ada komentar: