Rabu, 22 Juni 2011

Hanya sebuah prosa tentang rasa

Padahal dinding dan tembok bangunan itu biasa saja. Di cat dengan warna putih menyerupai kuning. Bersama lantainya yang lebih tinggi daripada daratan disekitarnya. Sehingga harus dibuatkan tangga untuk dapat mencapai tempat ini sebagai naungan mencari nafkah bagi orang-orang didalamnya.

Padahal Tanggal kalender yang tergantung di lemari itu biasa saja. Hanya ada dua warna, hitam dan merah. Dimana kebanyakan orang mengharapkan lebih banyak merahnya dalam sebulan.

Padahal jarak antara 2 ruangan itu sekitar 15 meter, diantaranya ada beranda dengan satu baris kursi tunggu terbuat dari logam untuk para tamu yang menunggu untuk menghadap kepada pimpinan tertinggi dengan urusan masing-masing.

Padahal Lapangan upacara itu juga biasa saja. Rumput dan belalang atau cacing didalamnya tidak akan mengeluh jika terinjak oleh manusia yang harus berdiri di tengah terik matahari pada saat apel pagi hari senin atau tanggal 17 setiap bulannya.

Tapi entah kenapa angin dibulan juni ini bertiup sedemikian rupa sehingga dinding itu menjadi tak bosan dipandang setiap hari, tanggal merah pun selalu diharapkan menjadi hitam semua setiap bulannya, dan jarak sekitar 10 meter itu serasa lebih dekat saja, sementara berdiri lebih lama di lapangan itu menjadi tidak masalah lagi.


sumber gambar : http://pelitaminyaktanah.files.wordpress.com/2009/04/bimbang1.jpg?w=300&h=294


Tidak ada komentar: