Sabtu, 29 November 2008

Menanti maryamah karpov

Berapa hari yang lalu Fajar dengan setengah terpekik meemberitahu sesuatu. Dari situs buku www.inibuku.com, ia melihat "Maryamah Karpov" sudah bisa dipesan. Aku pun memberitahu dwi yang kebetulan juga sedang online dari warnet dekat pondokan lewat yahoo messenger.

Kini tanggal 29 mendekati hari terakhir bulan november. Buku tersebut memng dijadwalkan untuk terbit akhir bulan ini dan beredar awal desember nanti. Mungkin sekitar tanggal 3 atau 4 buku tersebut sudah beredar di makassar.

Ah... penantian panjang kami pun akhirnya berujung. Barusan sinopsis dari buku maryamah karpov sudah kudapatkan dari www.bukabuku.com serta bukudiskon.com yang kurang lebih sebagai berikut :

"Jika dulu aku tak menegakan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunung timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpi mimpiku. atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.

Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan perstiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberanian ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali? Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang, dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menakjubkan sekaligus mengharukan."



1 komentar:

eshape waskita mengatakan...

kira-kira mau difilmkan lagi nggak ya naskah ini?