Selasa, 18 Agustus 2009

bukan untuk siapa siapa...

Realistis...kalo boleh kuusulkan padamu, sikap itu dimulai dengan menerima apa yang ada di depanmu. Kenangan bisa menjadi sebuah musuh yang mana kita tidak ingin berhenti untuk berhadapan dengannya. Karena seperti katamu, dia seperti tato, yang akan menyakitkan jika dihapuskan.

Kini tengoklah kiri dan kananmu, kau tidak kecil lagi, kau adalah elang remaja yang siap terbang menerkam angkasa masa depan (maaf jadinya elang, karena tajam matamu mengingatkanku padanya) Dan agar terbangmu nanti tidak goyah, ketetapan hatimu diperlukan. Tentu saja juga keikhlasan dalam melepas segala kenangan itu.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

KEnangan
Saudaraku surahmat Pakaya, setahuku engkau memang pria teromantis yang pernah saya temui. Biarkan semua jadi indah, jauh tak berjarak dekat tak bersentuh...itu sepenggal lirik lagu kebesaran organisasi mafia kita (kosmik).

dwiagustriani mengatakan...

realistis??? entah.ta terdengar merdu...